Polda Maluku Amankan Delapan Tersangka Di Gunung Botak

Tribratanews.polri.go.id – Ambon. Ditreskrimsus Polda Maluku berhasil mengamankan delapan orang tersangka yang diduga berkaitan dengan pendistribusian B3, pelaku tambang, dan penyandang dana yang beroprasi di kawasan tambang emas gunung botak Pulau Buru.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku Kombes Pol. Firman Nainggolan mengatakan, Polda Maluku tugasnya menertibkan dan melakukan penegakan hukum berkaitan dengan penambang emas tanpa izin (PETI) di Gunung Botak dan sudah tutup total serta dijaga.

Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh Kombes Pol. Firman Nainggolan, di Mapolda Maluku terkait perkembangan penanganan masalah dugaan pelanggaran lingkungan hidup, izin pertambangan, dan kehutanan.
Direskrimsus Polda Maluku yang didampingi oleh Kasubdit II Direktorat V Bareskrim Polri Kombes Pol. Sulistiyono serta Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Muhammad Roem Ohoirat.

Kombes Pol. Firman Nainggolan mengakui dari hasil penyelidikan diketahui, izin yang dikantongi tiga perusahaan masing-masing PT BPS, PT PIP, serta PT SSS yang beroperasi di Sungai Anahony, Kabupaten Buru, bukan untuk melakukan penambangan emas.

Awalnya izin dari tiga perusahaan ini adalah melakukan penataan dan rehabilitasi lingkungan pascapenertiban para penambang dari kawasan Gunung Botak.

Aktivitas yang dilakukan pihak perusahaan ini menggunakan bahan-bahan berbahaya, salah satunya adalah sianida

Khusus untuk perusahaan yang ditangani oleh Bareskrim dan diteliti mereka terkait perizinan dan sudah ada penetapan satu tersangka dari PT BPS dimana Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipiter) Bareskrim Polri sudah melakukan pemanggilan guna diperiksa sebagai tersangka.

Untuk PT PIP saat ini sedang dilakukan oleh Bareskrim soal pelanggaran di bidang kerusakan lingkungan oleh pihak perusahan semnetara BPS sedang dilalukan penyelidikan terhadap apa akibat yang ditimbulkan oleh mereka atas aktivitas pertambangan terhadap lingkungan, sama halnya dengan PT SSS.

Subdit II Bareskrim Polri juga memanggil Kadis Lingkungan Hidup Pemprov Maluku dan Kabupaten Buru tetapi berhalangan dan stafnya yang masih diperiksa.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password