Tim CTOC Polda Bali Dan Sat Res Narkoba Polresta Denpasar Bekuk Pengedar dan Pelaku penyalahgunaan Narkoba

Tribratanews.polri.go.id – Denpasar. Tim Gabungan Kepolisian Polresta Denpasar bersama Satgas Counter Transnational and Organized Crime Polda Bali (Satgas CTOC Polda Bali), berhasil meringkus 20 tersangka jaringan narkoba di wilayah Denpasar, Bali.

Diringkusnya para tersangka ini dimulai saat tim gabungan melakukan operasi pemberantasan narkoba di malam Tahun Baru Senin (31/12/18) sampai pada Senin (7/1/19).

Dalam penangkapan 20 tersangka, tim gabungan berhasil menyita barang bukti narkotika berbagai jenis, sabu sebanyak 22,9 gram, pil ekstasi 25 butir, ganja 308 gram, pil koplo 8.210 butir serta pil destro 500 butir.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, saat menggelar jumpa pers menyampaikan, bahwa para tersangka ini perannya ada yang menjadi kurir dan ada yang sebagian pemakai. Denpasar, Bali, pada Senin (7/1/19)

Selain itu, para tersangka ini berbeda jaringan atau komplotan dan ada beberapa residivis dengan kasus yang sama. “Di mana yang dari 20 tersangka itu, ada yang residivis yang pernah ditangkap tahun 2017 dan ada yang tahun 2015. Setelah dia (Tersangka) keluar dia bermain lagi (Narkoba),” jelasnya.

Dari keterangan Kapolres bahwa para tersangka ini rata-rata mendapatkan barang haram tersebut dari dalam Lembaga Kemasyarakatan (Lapas). Namun, Kapolresta enggan membeberkan dari Lapas mana saja para tersangka tersebut mendaptkan narkoba demi kepentingan penyelidikan. “Mereka mendapatkan barang ini, dari seseorang yang masih kita selidiki di Lembaga Pemasyarakatan. Jadi kita sampai sekarang melakukan penyelidikan di Lembaga Pemasyarakatan,” jelas Kapolres.

Kapolres juga menegaskan, akan terus memberantas narkoba di Bali, khususnya di wilayah Denpasar sampai kepada akar-akarnya. “Insyaallah kita bisa mengungkapkan jaringan di atasnya (Bandar). Karena ini, membuktikan bahwa narkoba masih banyak di wilayah Bali, khususnya Denpasar,” jelas Kapolres.

Kapolres juga berharap “Kami mengharapkan masyarakat yang mengetahui memberikan informasi kepada kita, kalau ada pengguna atau bandar tidak usah segan-segan untuk melapor kepada Polsek terdekat atau kepada BNN Provinsi maupun BNN Kabupaten,” jelasnya.

Para tersangka ini, dijerat dengan pasal 112 ayat (1) dan Undang-undang RI, nomor 35, tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. “Dengan diungkapnya kasus jaringan narkoba ini, Sat Resnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali berhasil menyelamatkan generasi muda sebanyak 5000 jiwa,” jelas Kapolres.

(Bg/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password