Ungkap Identitas 10 Anggota MIT, Satgas Tinombala Lakukan Anti Gerilya

Tribratanews.polri.go.id. – Parimo. Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang memutilasi warga dan menembak aparat di Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah masih diburu oleh Satgas Tinombala. Diperikirakan ada 10 orang buron yang bergerilya di hutan untuk menghindari kejaran petugas.

 

“Mereka bergerak dengan kelompok kecil – kecil, beberapa orang jalan, terpisah. Mereka tau cara gerilya, kita pun lakukan antigerilya,” jelas Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M.

Terdapat sepuluh buron, termasuk Ali Kalora yang masih dikejar Satgas Tinombala. Mereka merupakan bekas anak buah Santoso, pimpinan MIT yang tewas ditembak aparat pada 2016 lalu. Mereka berasal dari basis terorisme Indonesia Timur seperti Poso, Bima dan Parigi Moutong.

“Pelaku (berinisial) Q, N, A dan D dan satu saksi tidak kenal nama DPO dengan ciri pendek dan gemuk,” jelas Karo Penmas Divhumas Polri. Lima orang lainnya bertugas memantau.

Saat aparat melakukan evakuasi korban mutilasi, para buron terorisme itu pun menembaki polisi. Dalam kontak tembak yang terjadi selama 30 menit itu, Bripka Andrew Maha Putra dan Bripda Baso tertembak.

Kini Pasukan Brimob dengan kekuatan tiga satuan setara Peleton (SST) masih melakukan pengejaran pada pelaku yang disinyalir bersembunyi di hutan. Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, AKBP Hery Murwono menuturkan, polisi sempat terkendala medan dalam mengejar kelompok tersebut.

(fa/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password