KASUS ABORSI DI SUMBAR : Korban Aborsi Meninggal

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sumbar,  Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Sumbar siang ini menggelar Press Release terkait kasus Aborsi yang mengakibatkan korban meninggal, Rabu (25/1) di Lobby Mapolda Sumbar.

Press Release tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Syamsi dengan didampingi Kasubdit IV Ditreskrimum AKBP Yudhistira.

Korban bernama Hesty Reza Murtiningsih, sedangkan tersangka 2 orang berinisial M (32) merupakan kekasih korban, dan MC (35) karyawan di sebuah Rumah Sakit di Bukittinggi.

Kronologis kejadian sekitar bulan September 2016, tersangka M berkenalan dengan korban Hesty dan akhirnya pacaran. Keduanya telah melakukan hubungan layaknya suami istri tanpa adanya ikatan pernikahan, akibatnya korban diperkirakan telah hamil 5 bulan.

Lantaran keduanya tidak siap untuk melangsungkan pernikahan, kesepakatan mereka ingin menggugurkan kandungannya.

“mereka menggugurkan (aborsi)  kandungan nya dengan membrowsing di internet dan mendapatkan informasi obat untuk menggugurkan kandungan”, ujar Kabid Humas AKBP Syamsi dihadapan puluhan wartawan yang meliput.

Tersangka kemudian meminta kepada temannya MC di Bukittinggi sebanyak 3 kali merek G dan obat tersebut digunakan oleh korban.

Kemudian tanpa sepengetahuan kedua orang tua korban, tersangka M membawa Hesty berobat ke salah satu Bidan di Bukittinggi,  dikarenakan kondisi Hesty sudah mulai lemas Bidan menyarankan korban berobat ke rumah sakit bersalin.

Setelah diperiksa oleh dokter pada salah satu klinik di Bukittinggi, korban disarankan untuk melakukan Kuret dikarenakan  kondisi kandungan korban tidak bersih,  namun korban tidak bersedia untuk tindakan medis.

Pada tanggal 4 Januari 2017 saat di rumah salah seorang saksi yang merupakan kerabat M, korban mengalami kejang-kejang tidak sadarkan diri, selanjutnya dibawa ke rumah buya untuk dilakukan pengobatan karena diduga korban kerasukan.

Namun setibanya di rumah Buya untuk diobati, kondisi korban sudah tidak sadarkan diri sehingga korban dibawa ke Rumah Sakit dan akhirnya meninggal.

“Setiba di RSUD Adnaan WD Payakumbuh,  pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia”, jelas AKBP Syamsi.

Ayah korban Nofrizal, karena merasa kematian anaknya sedikit janggal langsung melakukan kroscek ke klinik di Bukittinggi dan diperoleh informasi bahwa anaknya dalam keadaan hamil. Merasa tidak senang,  Nofrizal langsung melaporkan kasus tersebut ke SPKT Polda Sumbar.

“Tersangka dikenakan Pasal 347 KUHP atau 348 KUHP atau Pasal 349 KUHP atau Pasal 299 KUHP jo Pasal 75 (1) dan ayat (2) jo Pasal 194 Undang – Undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009”,  tambah Kabid Humas.

 

Penulis : Humas Polda Sumbar

Editor : M. Iqbal

Publish : Humas Polda Sumbar

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password