Polri Temukan Akun Medsos Penyebar Hoaks Terkait Tsunami

Tribratanews.polri.go.id. – Jakarta. Kepolisian sudah menemukan sejumlah akun medsos yang menyebarkan hoaks terkait dengan tsunami di Selat Sunda. Hingga kini, Kepolisian masih belum menangkap pemilik akun-akun itu. Kepolisian mengedepankan edukasi ke masyarakat agar tidak menyebarkan berita bohong terkait bencana.

“Kalau masih ada yang menyebar hoaks akan kami lakukan penegakan hukum terhadap pemilik akun tersebut,” tegas Karo Penmas Divhumas Polri, Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M.

Kepolisian juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memblokir akun-akun itu.
Kominfo belum lama ini sudah mendeteksi penyebaran dua kabar bohong setelah terjadi tsunami di Selat Sunda. “Hoaks itu mengenai alat deteksi letusan gunung dan bencana akhir tahun,” kata Plt. Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu.

Berita bohong yang pertama disebarkan salah satu akun Facebook. Akun tersebut mengunggah sebuah foto yang disebut sebagai alat pendeteksi letusan gunung. Akun itu menyebut alat itu seharga Rp6 miliar dan telah dipasang Pemerintah di Selat Duda.

Berita bohong yang kedua disampaikan melalui pesan singkat dari nomor +6281803016426. Hoaks itu menyebarkan peringatan mengenai bencana yang akan terjadi mulai 21 Desember 2018 hingga akhir tahun. Kabar ini diklaim dari BMKG. Namun, BMKG sudah menegaskan tidak pernah mengeluarkan peringatan itu.

(fa/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password