Tingkatkan Kerjasama Penanganan Transnational Crime, Polda Bali Laksanakan Kunjungan Kerja ke Kepolisian Republik Rakyat Tiongkok (RRT)

Tribratanews.polri.go.id – Denpasar. Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose didampingi Karo SDM Kombes Pol. Drs. Agus Djaka Santoso, Direktur Intelkam Kombes Pol.Wahyu Suyitno, Direktur Reskrimsus Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho, Dansat Brimob Kombes Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang, S.I.K. dan Kabid Humas Kombes Pol. Hengki Widjaja, S.I.K., M.Si. melaksanakan kunjungan kerja ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Dalam kunjungan kerja dari tangggal 17-24 Desember 2018 bertujuan membahas dan meningkatkan kerjasama antara Kepolisian Daerah Bali dengan pemerintah setempat terkait penanganan transnational crime.

Kedatangan rombongan Kapolda Bali disambut langsung oleh Kapolda Provinsi Shanxi, Wu Zhongfei didampingi sejumlah pejabat kepolisian setempat, antara lain Jiao Zengbing, Zhan Zhanjie, Xu Jinlin, Wang Jing, Yang Baiqi dan Liu Zhaoquan.

Dalam pertemuan itu, Wu Zhongfei berjanji akan menjembatani hubungan kerjasama antara Indonesia dan Tiongkok dibidang kepolisian. Ia berharap dengan kerjasama ini, nantinya akan ada lebih banyak program pertukaran antar personel kepolisian. Hal ini sangat penting dilakukan mengingat hubungan antara Tiongkok dan Indonesia sudah berlangsung sejak lama. “Kebudayaan sejarah yang telah membaur di Indonesia menjadikan hubungan kerjasama ini tidak hanya hubungan biasa, tapi lebih ke hubungan persaudaaran. Antar saudara harus saling membantu satu sama lain,” jelas Wu Zhongfei, Senin (17/12/18).

Wu Zhongfei juga menyambut baik, terkait kerjasama dibidang penanganan transnational crime. Terutama dalam pengungkapan kasus-kasus red notice yang dapat membahayakan keamanan negara. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Bali karena sudah menjaga kemanan para wisatawan Tiongkok yang sedang berlibur di Bali. Setiap kasus yang terjadi ditangani dengan tepat dan profesional,” jelasnya.

Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose menyampaikan, Bali sebagai destinasi wisata terbaik di dunia sangat ramai dikunjungi wisatawan. Untuk itu, Bali sangat potensial dijadikan tempat persembunyian buronan Interpol. Untuk bulan Desember 2018 ini, Polda Bali bekerjasama dengan Imigrasi Bandara Ngurah Rai sudah mengamankan tiga orang asal Rusia, Korea dan Ceko yang menjadi buronan Interpol dan sudah dideportasi ke negaranya untuk menjalani proses hukum. Pengungkapan itu berdasarkan red notice yang dikirim oleh Divisi Hubungan International Polri ke Polda Bali.

Kapolda juga menambahkan, Hubungan kerjasama antara Polda Bali dengan Konsulat Jenderal RRT di Denpasar sudah berjalan dengan baik. Bahkan atas inisiatif Konsulat Jenderal RRT, personel Polda Bali sudah mengikuti pelatihan Bahasa Mandarin untuk mempermudah komunikasi dalam memberikan informasi dan pelayanan kepada wisatawan asal Tiongkok. “Kami berharap hubungan kerjasama untuk kedepannya bisa lebih dalam dan dipererat, khususnya dalam penanganan transnational crime,” jelas Kapolda.

(Bg/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password