Berlakukan ETLE, Polisi Blokir 484 Kendaraan Bermotor

Tribratanews.polri.go.id – JAKARTA. Ditlantas Polda Metro Jaya telah memblokir 484 kendaraan karena tidak melakukan konfirmasi dan membayar denda tilang pelanggaran sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, S.Sos., M.H., mengatakan sistem penegakan hukum e-tilang sudah efektif berjalan 46 hari, sejak 1 November hingga 16 Desember 2018.

Polisi melakukan pemblokiran ratusan kendaraan bermotor tersebut lantaran pertimbangan dari aspek hukum. “Antara lain, pelanggar yang sudah dikirim surat konfirmasi, dan telah diberikan ruang waktu selama lima hari, yang bersangkutan tidak memberikan klarifikasi atau tidak mengkonfirmasi kepada petugas. Kedua, setelah ada penetapan dari pengadilan (vonis), diberikan ruang waktu selama satu minggu yang bersangkutan tidak membayar denda tilang.”

Oleh karena itu, AKBP Budiyanto mengimbau masyarakat yang telah menerima surat konfirmasi pelanggaran agar segera melakukan konfirmasi agar kendaraannya tidak terblokir.

“Bagi pelanggar yang sudah dikirim surat konfirmasi segera dapat mengkonfirmasi atau memberikan klarifikasi ke Subdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya,” tegasnya.

Untuk memastikan validitas identitas kendaraan dan jenis pelanggaran yang dilakukan, pelanggar akan tercapture kamera ETLE dan langsung diverifikasi oleh petugas back office di Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya.

Kemudian petugas akan mengirimkan surat konfirmasi ke alamat email dan nomor handphone pelanggar. Proses akan dilakukan 3 hari pasca foto terjadi pelanggaran dan dalam surat konfirmasi disertakan foto bukti pelanggaran.

Setelah mendapat surat konfirmasi, pemilik kendaraan wajib melakukan konfimasi penerimaan melalui website www.etle-pmj.info atau melalui aplikasi android ETLE-PMJ. Pemilik kendaraan juga dapat mengirimkan blanko konfirmasi ke posko ETLE di Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya dalam waktu 5 hari.

Melalui metode konfirmasi, Pemilik kendaraan dapat melakukan klarifikasi siapa yang menjadi subyek pelanggar, termasuk bila kendaraan sudah terjual ke pihak lain namun belum melakan proses balik nama.

Setelah itu, pelanggar akan diberikan surat tilang biru sebagai bukti pelanggaran serta kode BRI virtual sebagai kode virtual pembayaran ETLE melalui Bank BRI. Selanjutnya pelanggar diberikan waktu 7 hari untuk membayar denda tilang. Jika tidak ada pembayaran selama rentang waktu yang telah ditentukan, maka akan dilakukan pemblokiran STNK sementara sampai denda dibayarkan. Selain pembayaran melalui bank, pelanggar juga bisa mengikuti proses sidang di pengadilan.

(img/rd/rp)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password