Polres Gowa Tetapkan 7 Tersangka Penganiayaan Yang Berujung Meninggalnya Seorang Mahasiswa Selayar Di Gowa

Tribratanews.polri.go.id – Kepolisian Resort Gowa (Polres Gowa), Polda Sulsel menggelar Press Release mengenai Kasus kekerasan yang menyebabkan kematian Muh. Khaidir (23) yang terjadi di Jatia Kelurahan Mata Allo Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. Polres Gowa menetapkan 7 orang tersangka dalam kasus penganiyaan berujung maut Mahasiswa Universitas Indonesia Timur. Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik dengan menyesuaikan keterangan dengan fakta berupa alat bukti yang ditemukan di TKP.

 

Ketujuh tersangka yaitu RDN (47), ASW (26), HST (18), IDK (52), SDS (53), INA (24) dan YDS (49) yang memiliki peran masing-masing terhadap tewasnya warga Dusun Manarai, Kelurahan Bonto Bosuru, Kecamatan Bontoharu, Kebupaten Selayar.

 

Press release tersebut di pimpin oleh Kapolres Gowa AKBP Shinto Bina Gunawan Silitonga yang bertempat di depan gedung Merah Putih Mapolres Gowa Jl. Syamsudin Sungguminasa, Somba Opu, Kabupaten Gowa.

 

Adapun Kronologis kasus tersebut, bermula saat korban (Muh. Khaidir) datang ke rumah YDS (49) mengetuk pintu rumahnya dengan keras, namun pintu tidak dibuka sehingga korban berjalan ke dalam masjid dan melakukan kegiatan yang agresif terhadap barang-barang di dalam masjid.

 

Tersangkapun menegur korban, namun korban tidak menanggapi sehingga warga mulai berdatangan dan terpancing marah kemudian melakukan aksi kekerasan terhadap korban hingga korban meninggal dunia.

 

Polisi sudah mengamankan barang bukti masing-masing satu batang balok sepanjang satu meter, satu papan bicara bertuliskan dilarang buang sampah, satu lembar sarung, satu pecahan kaca, satu buah stand mic, satu buah potongan kayu yang patah, serta sebuah tas selempang warna cokelat milik korban.

 

Selain itu, polisi juga mengamankan sebuah tas punggung milik korban, sepasang baju kemeja lengan pendek warna abu-abu gelap dan celana cokelat milik korban. Sementara motor milik korban dalam kondisi terbakar bersama helm dan sepasang sandal jepit warna hitam.

 

Atas perbuatan ketujuh pelaku, polisi mengenakan Pasal 170 ayat (2) ke-3e KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama terhadap orang yang akibatkan meninggal dunia dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

 

(fb/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password