Polda Metro Jaya Ungkap Sindikat Pembobol Kartu Kredit Berskala Internasional

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers terkait keberhasilan dalam menangkap sindikat kasus pembobolan kartu kredit Internasional, Senin (10/12/18).

 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono.

 

Dalam penjelasannya, komplotan ini terlebih dahulu menyebar virus secara acak lewat email dengan iming harga tiket Singapora Airline dengan harga yang murah. Pengguna email yang terjebak kemudian mengikuti virus tersebut dan secara otomatis  kartu kreditnya telah dibobol dengan teknik khusus bernama Spamming. Tersangka lalu membeli tiket ke situs resmi www.singaporeair.com menggunakan kartu kredit nasabah yang telah dibobol. “Nah di sini yang paling dirugikan adalah maskapai. Kalau pemilik kartu kredit kan sudah decline kartunya. Pembeli tiket juga mendapatkan tiket asli dan tetap bisa berangkat. Tapi saat maskapai akan menagih pembayaran ke bank tidak bisa,” ungkap Kabid Humas Polda Metro.

 

Beberapa tersangka diantaranya tersangka, AH (29), A (23), H (19), dan RM (21) dibekuk di beberapa tempat berbeda dan memiliki tugasnya masing-masing dimana AH sebagai pemilik outlet penjualan tiket resmi, A berperan sebagai ‘Spamming’ yaitu mengirimkan email palsu secara acak untuk mengambil data kartu kredit orang lain. Kemudian A menjual promo tiket pesawat itu kepada tersangka H.

 

“Nah, pelaku H yang mempromosikan tiket Singapore Airline itu kepada RM sekaligus meminjamkan rekening kartu ATM miliknya untuk menampung uang dari para korban,” ungkap Kabid Humas Polda Metro.

 

Selanjutnya, Kabid Humas Polda Metro menjelaskan saat costumer berminat dan sepakat harga dengan tersangka, maka costumer tersebut membayar ‘Remittance’ transfer ke rekening Bank Mandiri atas nama tersangka AH. Lalu tersangka kembali membayar ke pihak eksekutor dengan rekening BCA atas nama Tersangka RM. Dan keuntungan yang diperoleh oleh tersangka sebesar 20 persen dari nilai harga yang disepakati.

 

“Selanjutnya, eksekutor itu melakukan pemesanan melalui situs resmi yaitu Www.singapore.com untuk melakukan pembayaran dengan kartu kredit. Setelah proses pembayaran selesai, eksekutor serahkan kode tiket booking kepada tersangka sesuai pesanan dari Costumer,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya.

 

Kabid humas polda metro jaya menjelaskan saat pihak Singapore Airline melakukan penagihan kepada pihak Bank, seluruh transaksi tersebut tidak diakui pihak Bank. “Nasabah yang bersangkutan pun tidak merasa melakukan pembelian tiket,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya.

 

Dari tangan keempat pelaku tindak pidana penipuan itu, Polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah SIM A atas nama tersangka AH, belasan kartu ATM dari berbagai Bank. Satu lembar slip setoran BCA tanggal 24 November 2018 ke rekening tersangka AH senilai Rp 65.000.000,- dan satu buah mobil Jazz.

 

(rz/sw/hy)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password