Polisi: 6 Napi Kasus Pembunuhan Kabur, 2 Diantaranya Vonis Mati

Tribratanews.polri.go.id – Banda Aceh. Kepolisian saat ini masih memburu 77 dari 113 napi yang kabur dari LP Kelas IIA Banda Aceh, Kamis (29/11/18) lalu. Dari 77 napi yang masih di luar LP dan sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Aceh dan jajaran tersebut, ternyata  enam di antaranya terlibat dalam kasus pembunuhan. Kapolresta Banda Aceh, Kombes. Pol. Trisno Riyanto, S.H., mengatakan sendiri bahwa dari para 77 napi tersebut, 6 orang diantaranya adalah napi kasus pembunuhan.

“Iya ada beberapa napi kasus pembunuhan. Saya kirimkan datanya silakan dicek sendiri ya,” jelas Kapolresta Banda Aceh tersebut.

Berdasarkan data dari Kapolresta Banda Aceh, tercatat enam napi kasus pembunuhan yang kini sedang diburu oleh polisi bersamaan dengan puluhan napi kasus tindak pidana lainnya. Dua dari enam napi kasus pembunuhan yang kabur dari penjara itu divonis mati oleh pengadilan.

Daftar para napi kasus pembunuhan tersebut adalah :

  1. Hamdani (Kasus pembunuhan Nursiah binti Ibrahim yang tak lain adalah istrinya sendiri. Divonis mati);
  2. Edy Syahputra (29) (pelaku pembunuhan terhadap satu keluarga di Abdya, 17 Mei 2017. Vonis mati);
  3. Kamal Mirza, warga Kecamatan Peureulak, Aceh Timur (Vonis 14 tahun penjara);
  4. Zulkifli, warga Kecamatan Pante Raja, Pidie Jaya (Vonis 16 tahun penjara);
  5. Chairul Saputra (warga Simalungun, Sumatera Utara. Vonis Penjara Seumur Hidup); dan
  6. Fajri warga Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar (Vonis penjara seumur hidup).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes. Pol. Trisno Riyanto, S.H., mengatakan, salah satu napi kasus pembunuhan yaitu Hamdani, pembunuh bidan di Pidie, terlibat perusakan LP saat dia dan napi lainnya berusaha kabur pada Kamis (29/11/18).

”Hamdani belum dapat, dia memang sedang kita cari. Karena berdasarkan keterangan, dia terlibat dalam perusakan LP saat kabur hari itu,” jelas Kapolresta Banda Aceh itu.

Menurut dia, napi Hamdani salah satu napi yang mereka prioritaskan. Di samping karena dia terlibat perusakan LP, Hamdani juga merupakan napi kelas kakap yang terlibat dalam kasus pembunuhan.

“Ya semuanya kita prioritaskan, semua akan kita cari. Cuma dia salah satu yang terlibat merusak LP untuk kabur,” tegasnya.

Kapolresta menjelaskan, ada beberapa kenadal terkait pengejaran napi yang kabur tersebut yaitu Petugas tidak tahu para napi tersebut kabur ke mana. Oleh sebab itu perlu waktu untuk melacak keberadaan napi satu per satu, namun Kapolresta Banda Aceh menegaskan pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin untuk menangkap para terhukum tersebut.

“Ke alamat mereka juga sudah kita datangi tapi mereka tak ada di sana. Kita tetap mengimbau para napi untuk menyerahkan diri. Kepada masyarakat jika melihat para napi ini, jika tidak bisa melakukan penangkapan mohon menginformasikan kepada polisi,” tutup Kombes Pol Trisno Riyanto.

(my/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password