Polisi Tangkap 4 Pengedar Sabu Jaringan Internasional

Tribratanews.polri.go.id Banten. Satuan Tugas Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar jaringan Narkotika Internasional Malaysia Tanjung Balai, Jakarta. Pengungkapan dilakukan di pool bus Merak, Jalan Pelabuhan Merak, Mekarsari, Pulomerak, Cilegon, Banten pada Senin (03/12/18), sekitar pukul 05.30 WIB.

“Satgas NIC telah berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka MIS (38) yang berperan sebagai pengawas dalam pengiriman sabu dari Tanjung Balai menuju Jakarta yang dibawa melalui Bus ALS dari Medan ke Semarang,” kata Wadir IV Direktorat Tindak Pidana (Dirtipid) Narkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Krisno Siregar, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (07/12/18).

Selanjutnya, Polisi melakukan pengembangan dan pada Selasa (04/12/), sekitar pukul 11.00 WIB, petugas kembali menangkap tersangka atas nama HGS (39) di Hotel Tresya. HGS sendiri berperan sebagai operator yang mendatangkan barang dan mengirim barang kepada pemesan.

“Kemudian sekira pukul 12.00 WIB dilakukan penangkapan lagi terhadap tersangka DJS (37) (gudang) dan tersangka EZ (48) (pengirim) yang berperan mengangkut dan mengirimkan sabu dari gudang ke Bus ALS di parkiran Hotel Tresya,” tegas Kombes Pol Krisno Siregar .

Menurut keterangan dari para tersangka, sabu itu didapat dari Warga Negara Malaysia yang saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Saat ini, petugas masih melakukan pendalaman atas kasus tersebut.

“Barang bukti yang disita, 20 bungkus plastik berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu atau seberat 20 kilogram dan 6 buah handphone berbagai merek,” jelas Wadir IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Para tersangka dikenakan Pasal primair Pasal 114 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 uu ri no.35 tahun 2009 tentang narkotika. Dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda minimal Rp 1 miliyar dan maksimal Rp 10 miliyar ditambah sepertiga.

“Pasal subsidair, Pasal 112 ayat 2 juncto pasal132 ayat 1 uu ri no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliyar ditambah sepertiga,” tutupnya.

(ym/sw/hy)

Admin Polri54172 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password