Bareskrim Polri Diminta Tindak Tegas Operator, Dealer dan Agen yang Melanggar Aturan Terkait Registrasi Kartu Prabayar

Tribratanews.polri.go.id. – Jakarta. Dalam Surat Edaran No 1 tahun 2018 dan Surat Ketetapan BRTI No 3 tahun 2008 mengenai aturan registrasi kartu prabayar, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) meminta Bareskrim Polri menindak operator, dealer maupun agen yang melanggar aturan.

Komisioner BRTI, I Ketut Prihadi Kresna Mukti menjelaskan, melalui surat edaran dan surat ketetapan BRTI itu, kini pelanggan kartu prabayar hanya diperbolehkan melakukan registrasi kartu prabayarnya maksimum 3 nomor untuk satu operator.

Komisioner BRTI mengungkapkan, melalui aturan yang baru itu agen atau dealer yang selama ini memiliki program atau software untuk melakukan registrasi dalam jumlah banyak, tidak bisa lagi dipergunakan. Menurut Ketut, registrasi yang menggunakan aplikasi hanya boleh dilakukan oleh operator telekomunikasi dan itu pun hanya digunakan untuk melakukan registrasi M2M (machine-to-machine). Operator atau agen yang selama ini nakal dengan melakukan registrasi secara massif juga tak akan bisa dilakukan. Jika dikemudian hari ditemukan ada operator atau agen yang nakal, pihak Bareskirm akan segera melakukan penindakan

Melalui aturan yang ketat tersebut, diharapkan dapat menutup celah bagi siapapun yang akan melakukan manipulasi data kependudukan untuk kegiatan registrasi prabayar. Sehingga diharapkan aturan itu bisa meminimalkan penggunaan penyalahgunaan NIK untuk kegiatan registrasi prabayar.

(fa/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password