Seminar Mahasiswa PTIK Angkatan 75, Polri : Peran Masyarakat Sangat Dibutuhkan Melawan Hoaks

Tribratanews.polri.go.id – JAKARTA, Mahasiswa PTIK Angkatan 75 mengelar seminar kuliah dengan mengambil tema “Peran Polri dan Intansi Terkait Dalam Penanganan Kampanye Hitam (Black Campaign) di Media Sosial Pada Pemilu 2019”, Kamis (6/12/2018).

Acara yang digelar di Auditorium PTIK Polri Jakarta Selatan, dibuka Direktur Program Sarjana STIK Brigjen Pol Drs. Budi Siswanto, M.H.

Berita lain : Polri: Tindak Pidana Pemilu Akan Ditangani Secara Khusus

Seminar menghadirkan Keynote Speaker Ketua KPU Arief Budiman dan menghadirkan beberapa Narasumber antara lain Kasatgas Nusantara Irjen Pol Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si., Kabag Teknis Pengawasan Pemilu Bawaslu Harimurti Wicaksono, Karo Multimedia Div Humas Polri Brigjen Pol Drs. H. Budi Setiawan, MM dan  Guru Besar UI Prof. Drs. Adrianus Eliasta Meliala, M.Si., M.Sc., Ph.D. dipandu oleh Moderator, News Anchor Metro TV Silvia Iskandar.

Karo Multi media Divhumas Polri Brigjen Pol Drs. H. Budi Setiawan, MM, menyatakan bahwa peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam melawan black campaign dan hoax. Media sosial bukan ruang privat tapi ruang publik, pastikan informasi itu benar dan bermanfaat untuk umum.

 

“jangan terpancing emosi, niat baik belum tentu berakhir dengan baik, keburukan bukan untuk disebar dan saring terlebih dahulu sebelum sharing,” Pesan Brigjen Pol Drs. H. Budi Setiawan, MM.

Ketua KPU Arief Budiman dalam pidatonya menyatakan kalau pemilih milenial sebanyak 78 juta yang terbiasa sebagai pengguna medsos, maka dari itu harus diatur tentang penggunaan medsos dalam kampanye.

“ Medsod dapat menjadi alat untuk memanaskan suhu politik dan juga bisa mendinginkan suhu politik menjelang pemilu 2019,” ujar Arief Budiman.

Sementara Prof. Adrianus Meliala menyatakan kalau paslon yang menggunakan black campaign kemungkinan besar bukan diuntungkan malah bisa jadi akan kalah dalam kontelasi pemilu.

Baca juga : Wujud Empati, Kapolres Gowa Kunjungi Keluarga Korban Ulah Sadis KKB

Pada kesempatan ini, Perwakilan Bawaslu Harimurti Wicaksono memaparkan tentang indeks kerawanan pemilu sejumlah daerah di Indonesia hasil dari penelitian Bawaslu, dan menyatakan kalau indeks kerawanan pemilu merupakan early warning bagi petugas terkait untuk mengambil tindakan, kewaspadaan dan pencegahan agar pemilu berjalan dengan baik dan sukses.

Img/Rd/Rp

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password