Usai Ajarkan Anak Iqro, Polisi Cantik Ini Ajak Anak Benci Korupsi Melalui games SPAK

Polwan ajar iqra dan games spak Bone

Tribratanews.polri.go.id, Bone Sulsel – Bripka Suhati, seorang polisi yang bertugas sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), sehari-harinya begitu ikhlas menjalani tugasnya sepenuh hati dengan penampilan agamis sangat dicintai masyarakat sekitar.
Dilansir tribratanews, usai bertugas ia juga selalu mengajar anak-anak mengaji di berbagai daerah di Kabupaten Bone. Tak hanya itu, Ati juga sering mensosialisakan Gerakan Nasional SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) yang digagas oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) bekerja sama dengan AIPJ (Australia Indonesia Partnership For Justice bersama puluhan rekan Polisi wanita di Polres Bone.
Kali ini Suhati ajari anak iqro di Desa Corowali Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone, Selasa (24/01/2017) sore. Dalam latihan baca tulis Alquran ini, Suhati tidak mematok target atau standart kemampuan setiap peserta. Namun yang terpenting memberikan bekal dan pencerahan kepada anak-anak agar selalu berbuat baik dan mendekatkan diri kepada Allah SWT sejak dini.
Usai mengajarkan iqro, Polisi wanita ini mengajak anak-anak untuk membenci perilaku koruptif melalui games spak. Kegiatan ini bukanlah kali pertama dilakukan Polwan Polres Bone melainkan hampir setiap hari sasar Sekolah-sekolah. Wajah-wajah gembira anak-anak terlihat antusias saat bermain sembilan nilai anti korupsi (Semai) yang memperkenalkan sembilan nilai integritas .
Nilai-nilai yang disebarkan dalam permainan itu yakni, jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana dan berani.
Kegiatan positif ini sangat didukung oleh pimpinan Polri, Melalui Waka Polres Bone Kompol Wahyudi Rahman, S.H,S.Ik,M.H mengatakan kegiatan itu adalah satu bentuk pelayanan polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat khususnya anak-anak agar tidak takut dan segan dengan polisi.
“Selain bentuk pelayanan Polri, mengajar iqro kepada anak-anak juga wujud pendekatan kepada masyarakat khususnya anak-anak agar tidak takut dan segan lagi dengan polisi”, katanya.
“Mengenalkan bahaya korupsi dari sejak dini dan perbaikan mentalitas, budaya, dan pola pikir bahwa tindakan korupsi harus menjadi musuh bersama, harus kita canangkan”, Pungkas mantan Kapolsek Panakukang Kompol Wahyudi Rahman. (Husriandi)

0 Comments

  • cream pemutih wajah Reply

    June 9, 2017 at 09:30

    Bagus,,kegiatan yang sangat mendidik bagi anak-anak generasi penerus bangsa,,semangat dan jaya polri indonesia

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password