Kapolda Maluku: Ada Penambang Emas Ilegal

Tribratanews.polri.go.id – Ambon. Kapolda Maluku, Irjen Pol. Royke Lumowa mengakui masih terdapat sejumlah penambang misterius alias diam-diam melakukan penambangan di malam hari, meski lokasi pertambangan emas di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru, telah ditutup dan dibersihkan.

“Memang penambang perorangan masih ada satu dua, masih coba intip-intip. Lihat polisi so (sudah) tidur ka (atau), cape (lelah) ka tidak,” jelas Kapolda Maluku di sela-sela peringatan HUT Ditpolair ke-68 di Lapangan Letkol CHR Tahapary, Kota Ambon, Maluku, Senin (3/12).

Kapolda Maluku menjelaskan, pengamanan pertambangan emas dari penambang ilegal hingga kini masih terus dilakukan. Antisipasi baliknya penambang dilakukan agar mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah.

“Kita tetap jaga. Tidak boleh ada penambang ilegal, karena sangat merusak lingkungan,” tegas Kapolda Maluku.

Kapolda Maluku menambahkan, “jadi kalau sekarang kita berhenti menambang ilegal, itu dampaknya 15 tahun ke depan baru stop. Kalau kita berhenti tahun depan, dia tambah 16 tahun dari sekarang. Bukan berarti kita berhenti menambang, terus punya dampak berhenti sekarang, tidak. Dia punya dampak lama, sehingga kita tetap membersihkan Gunung Botak dari penambang liar”.

Disisi lain, Jenderal bintang dua ini mengaku terkait persoalan perijinan empat perusahan yang mengelola Gunung Botak, statusnya telah naik kelas dari penyelidikan ke penyidikan.

“Itu Bareskrim yang memberikan penjelasan. Tapi yang saya tahu sudah naik ke penyidikan. Khusus untuk korporasi. Kejahatan korporasi khususnya untuk perusahan,” terang Kapolda Maluku.

(wm/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password