Tangani Kasus Body Shaming, Polisi Kedepankan Mediasi

tribratanews.polri.go.id-JAKARTA. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., menerangkan, dari awal tahun 2018 hingga saat ini, Polri telah menerima 966 kasus body shaming dalam kategori penghinaan dan pencemaran nama baik di seluruh Indonesia. Dari sebanyak 966 kasus, 374 kasus telah diselesaikan oleh pihak Kepolisian.

“Dalam menangani kasus-kasus pencemaran nama baik, Polisi harus berhati-hati. Apalagi, bila kasus pengejekan rupa fisik ini di media sosial dan UU ITE, maka membutuhkan saksi ahli ITE, bahasa, dan pidana,” Jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri.

Baca Juga : Kapolda Metro Jaya Resmikan Rusun Promoter Polri di Kawasan Pesing Jakbar

Selanjutnya, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., menambahkan, langkah progresif dalam penegakan hukum terkait pengejekan rupa fisik ini dengan mempertemukan kedua pihak, baik yang mengejek maupun yang diejek. Polri mencoba untuk menggunakan pendekatan yang lebih humanis.

“Kalau mediasi secara maksimal nggak bisa, baru penegakan hukum. Karena penegakan hukum azasnya ultimum remedium, merupakan upaya terakhir yang dilakukan aparat penegak hukum ketika secara maksimal sudah dilakukan,” pungkas Karo Penmas Divisi Humas Polri.

(FR/RD/RP)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password