Wakapolri Usul Sanksi Tilang Terintegerasi Dengan Pencabutan Listrik dan Air

tribratanews.polri.go.id – JAKARTA. Wakapolri, Komjen Pol. Drs. Ari Dono Sukmanto, S.H., menghadiri peluncuran sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (25/11). Pada kesempatan tersebut, Wakapolri mengusulkan nantinya sanksi tilang bisa diintegrasikan dengan pencabutan listrik atau air. Menurutnya, hal ini dapat mengurangi kontak masyarakat dengan petugas.

“Ini pemikiran saya, bisa dilekatkan PLN, nggak bayar, listrik nanti malam lampunya mati atau air mati, sehingga nggak ada kontak petugas dengan masyarakat yang berbuat salah,” ujar Wakapolri

Baca juga: Polri Gandeng Komunitas Motor Sosialisasikan Anti Hoax dan Pemilu Damai

“Mungkin juga ini saran ke depan, regulasi juga perlu kita tinjau kembali, sekarang kita masih agak repot kan harus konfirmasi. Tapi, kalau undang-undang kita ubah bukan barangsiapa, tapi mobil siapa, maka mobil yang tidak balik nama, dia tetap bertanggung jawab menerima sanksi,” Sambungnya.

Wakapolri berharap, sistem E-TLE dapat berjalan dengan baik dan sistem tersebut nantinya dapat diterapkan di seluruh Indonesia.

Baca juga: Aplikasi DDS Bantu Polri Amankan Pemilu 2019

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Kapolda dan jajarannya. Kita berharap supaya bisa dikembangkan untuk semua wilayah,” tutur Jenderal Bintang Tiga ini.

Diketahui, sistem E-TLE berlaku sejak 1 November 2018 lalu. Sebanyak empat kamera CCTV dipasang di Bundaran Patung Kuda dan Sarinah untuk mendukung pelaksanaan sistem tersebut.

VI/RD/RP

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password