Viral di Medsos Polisi Lepas Pelaku Pencurian, ini Klarifikasi Polres Balangan

Tribratanews.polri.go.id, Polres Balangan – Pelaku Tindak Pidana pencurian celengan masjid di Desa Mantimin Kecamatan Batumandi yang ditangkap warga heboh di Media Sosial karena dilepaskan oleh pihak Kepolisian Sektor Batumandi.

Kapolsek Batumandi Iptu H. Siswanto membenarkan pihaknya telah mengamankan dan melakukan  introgasi pelaku, namun petugas kesulitan mengintrogasi dikarenakan pelaku mengalami cacat fisik yaitu bisu dan tuli, Selasa (20/11/2018).

“Iya benar, sudah diamankan dan dilakukan proses interogasi kepada pelaku,” terangnya saat dikonfirmasi Humas.

Dijelaskan Kapolsek, kejadian bermula pada Senin (19/11) malam pukul 23.00 wita, terjadi pencurian kotak amal di masjid Al Muqarobin desa Mantimin yang berisi uang sebanyak Rp 268.000 oleh UD (22) warga desa Batu Merah kecamatan Lampihong (Sesuai dengan KTP).

Saat diinterogasi petugas, ternyata pelaku tidak bisa komunikasi atau bisu tuli sejak lahir, hal itu dikuatkan keterangan dari keluarga pelaku, unit Reskrim berhasil menemukan pihak keluarganya (kakak) dengan cara membawa pelaku untuk menunjukkan jalan pulang.

“Saat disuruh menunjukan jalan pulang, pelaku menunjukan arah menuju desa Bakung Kec. Batumandi dan pihak keluarga pelaku ditemukan,” jelasnya.

Baru pada hari Selasa (20/11) pukul 15.00 Wita dilakukan mediasi antara pihak keluarga pelaku dengan kades, aparat desa dan pengurus masjid Al Muqarobin di Mapolsek Batumandi.

Dalam mediasi tersebut, Pihak pertama atau pelaku yang diwakili pihak keluarganya  meminta maaf kepada pihak kedua atau Korban. hal tersebut disambut baik pihak korban dengan memaafkan perbuatan pelaku.

“Dari mediasi yang dilakukan, Pihak korban telah memaafkan perbuatan pelaku dan menyerahkan kepada Pihak Polsek Batumandi untuk dilakukan pembinaan selama 7 hari di Polsek Batumandi,” jelasnya Iptu H. Siswanto.

Mengenai Kabar di media sosial bahwa pelaku di lepas oleh pihak kepolisian ditepis oleh Kapolsek Batumandi, “Isu Itu tidak benar, pelaku saat ini dalam pembinaan pihak Kepolisian sesuai dengan hasil kesepakatan bersama antara pihak korban dan keluarga pelaku,” ucapnya.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa mengenai harga dari objek yang dicuri tidak lebih dari Rp 2,5 juta, maka dianggap pencurian ringan sebagaimana diatur dalam Pasal 364 KUHP jo. Pasal 1 Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 02 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda KUHP (PERMA 2/2012).

“Menentukan Tipiring dengan Tindak pencurian biasa bisa dilihat dari unsur perkara yang dilakukan oleh pelaku, jadi tidak semua pencurian disamakan dan bisa di tahan,” tambah Kapolsek.

(Nd/Rd/Rp)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password