Polisi Panggil Psikiater untuk Periksa Jiwa Pelaku Pembunuhan Pasutri

Tribratanews.polri.go.idTulungagung. Polisi mendatangkan psikiater agar mengetahui kejiwaan dan mental dari pelaku pembunuhan sadis tersebut. Dengan demikian akan mengetahui apakah pria 60 tahun itu mengalami gangguan jiwa atau tidak.

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan, ada gangguan jiwa atau tidak dalam kasus pembunuhan dilakukan Matal perlu saksi ahli. “Senin (19/11/18) .

Jajaran dari Polres Tulungangung sudah meminta kepada saksi ahli dari psikiater untuk memastikan pelaku mengalami gangguan jiwa atau penyakit lainnya termasuk waham atau halusinasi,” jelas AKBP Tofik Sukendar.
Menurut Kapolres Tulungagung, pelaku saat diperiksa dalam keadaan normal. Dibuktikan dengan jawabannya sesuai pertanyaan penyidik. tersangka menjawab lancar dan mengakui melakukan pembunuhan,” ungkapnya.

Mantan Kapolres Sampang mengatakan sampai saat ini belum berani memastikan pembunuhan berencana atau bukan aksi yang dilakukan oleh Matal (Tersangka), sebab masih mengumpulkan data-data hingga lengkap. “Kalau setelah kita sudah dapatkan data-data hingga tuntas, bisa bicara pembunuhan berencana atau spontanitas,” ujarnya.

AKBP Tofik Sukendar menjelaskan, pelaku kini sudah ditahan di Mapolres Tulungagung dan menunggu pemeriksaan lebih lanjut. “Sementara pelaku dijadikan satu dengan pelaku kejahatan lain, tapi secepat mungkin akan diisolasi atau di ruang terpisah dengan lainnya,” ucapnya.

Sebagaimana diberitakan lalu, tersangka Matal merupakan pelaku pembantaian pasangan suami istri (pasutri) Barno, 75, dan Musini alias Cimpling, 65, warga Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, hingga tewas dengan mengenaskan. Itu terlihat dari hasil otopsi terhadap pasutri tersebut. Yakni, di leher Barno ada 24 bacokan.

Sedangkan di Musini alias Cimpling yang tak lain istri dari Barno juga ditemukan 16 bacokan di lehernya. Otopsi tersebut di Instalasi Pemulasan Jenazh (IPJ) RSUD dr Iskak Tulungagung, dimulai Sabtu (17/11) pukul 10.00 dan berakhir 13.30.
Berdasarkan informasi dari dari IPJ RSUD dr Iskak Tulungagung sedang menangani dengan serius dengan meneliti tubuh korban. Mereka berada di IPJ selama 4,5 jam.

Dokter spesialis forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kediri, Tutik Purwanti mengatakan, pemeriksaan menemukan bahwa pasutri itu kehabisan darah. “Banyak kehabisan darah dan ditemukan luka akibat benda tajam,” tutupnya.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password