Studi Banding Kepolisian Timor Leste ke Polda Kepri


tribratanews.polri.go.id – KEPULAUAN RIAU. Wakapolda Kepulauan Riau (Kepri), Brigjen Pol. Drs. H. Yan Fitri Halimansyah, M.H., secara langsung menyambut hangat kedatangan Kepolisian Timor Leste di Rupatama Polda Kepri, Jumat (16/11). Kunjungan Kepolisian Timor Leste ini dalam rangka studi banding dengan Polda Kepri.

Baca juga : Kapolri Dampingi Presiden RI Resmikan Monumen Kapsul Waktu di Merauke

Kepala Intelijen Kepolisian Timor Leste, Mr. Jose Maria Neto mengatakan bahwa kehadirian dirinya bersama dengan rombongan merupakan hasil dari MoU antara Kapolri dalam peningkatan SDM Kepolisian Timor Leste, sehingga Kepolisian Timor Leste mengambil kesempatan untuk melakukan studi banding.

Polda Kepri menjadi pilihan Kepolisian Timor Leste karena dinilai relatif aman meskipun berbatasan langsung dengan 4 negara tetangga.

Wakapolda Kepri mengatakan, “Kepri adalah provinsi yang berbatasan langsung dengan 4 negara yang luas wilayahnya 96 persen terdiri dari lautan.”

“Beban tugas di wilayah Kepri juga memiliki ciri khas tersendiri seperti transnational crime, people smuggling, narkoba dan sering kali menjadi tempat transit kejahatan internasional,” ungkap Wakapolda Kepri.

Hal tersebut lah yang membuat Kepolisian Timor Leste mengadakan studi banding ke Polda Kepri. “Kami perlu masukan-masukan, karena Timor Leste merupakan negara baru sehingga banyak negara yang ingin masuk. Kami ingin mengetahui sistem keamanan terpadu di antara negara perbatasan,” ucap Kepala Intelijen Timor Leste.

Baca juga : Bareskrim Polri Sergap 3 Bandar Narkoba di Jaksel

Mr. Jose Maria menambahkan, “Pelaku kejahatan menganggap sistem keamanan kami masih lemah, sehingga memanfaatkan kami sebagai jalur untuk memasuki Indonesia dan negara lainnya di Asia.”

Kepolisian Timor Leste juga mengapresiasi Polri, karena beberapa kasus narkoba dan uang palsu telah berhasil diungkap berkat kerjasama dengan Polda Bali, Polda NTT serta BNN.

Studi banding ini berjalan dengan lancar dan hangat. Wakapolda Kepri berharap studi banding tersebut dapat menjadi referensi untuk nantinya diterapkan di Timor Leste.

(pr/rd/rp)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password