Bripka Dewi Suryani, Anggota Polwan Penjaga Perdamaian Bangun Masjid di Sudan

Tribratanews.polri.go.id – Sudan. Menjalankan tugas sebagai salah satu pasukan penjaga perdamaian di daerah konflik tidak menyurutkan semangat kepedulian Polri terhadap masyarakat yang kurang mampu. Seorang anggota polisi wanita dari Indonesia yaitu Bripka Dewi Suryani yang tertugas sebagai penjaga perdamaian dunia, turut terlibat pembangunan masjid di Darfur Sudan dengan mendonasikan sebagian hartanya.

Masjid yang dibangun Bripka Dewi Suryani dulunya adalah sebuah mushola. Dia prihatin melihat kondisi mushola yang sudah mengenaskan, hanya terbuat dari ranting kayu. Atapnya juga bocor, tidak layak dijadikan tempat ibadah.

“Setelah melihat mushola dari ranting kayu, kalau musim hujan, orang salat basah kehujanan, makanya saya buatkan masjid di sini,” kata Bripka Dewi Suryani

Menurut polwan asal Polres Solok, Polda Sumatera Barat itu, proses pembangunan masjid berjalan selama 1 bulan dan diberi nama Ar-Rahman. Peresmian masjid Ar-Rahman dihadiri oleh para perangkat desa seperti tokoh adat, tokoh agama, serta Individual Police Officer dari negara lain.

Selain itu alasan Bripka Dewi membangun masjid agar memudahkan masyarakat beribadah dan berkumpul dalam satu tempat untuk saling komunikasi. Dengan begitu diharapkan dapat meminimalisir perselisihan yang biasanya dimulai dari kesalahpahaman.

“Tokoh agama setempat memberikan nama masjid ini, masjid Ar-Rahman, sesuai dengan namanya, semoga masjid ini dapat memberikan rahmat dan kasih sayang sehingga dapat terwujud perdamaian untuk masyarakat di wilayah ini,” ucap Bripka Dewi.

Bagi Bripka Dewi Suryani menjadi anggota Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB atau “United Nations – African Union Hybrid Operation in Darfur” (UNAMID) merupakan yang kedua kalinya di negara yang sama yakni Darfur Sudan.

Sebelumnya, dia pernah terlibat penugasan mewakili anggota Polri yang bertugas sebagai penjaga misi perdamaian pada wilayah “sector central” di Darfur Sudan sekitar tahun 2014.

Meskipun berjarak ribuan kilometer terpisahkan dengan keluarga, Bripka Dewi tetap memiliki dedikasi tinggi untuk ikut menjaga perdamaian di negara yang disebut tanah hitam itu.

Dia yang telah bertugas selama sembilan bulan itu awalnya mendapatkan kepercayaan kembali dari Polri sebagai “Individual Police Officer” (IPO) sehingga harus meninggalkan tiga anak nya yang berusia delapan tahun hingga 12 tahun dan tugasnya sebagai anggota Polda Sumatera Barat.

Bripka Dewi mendapatkan pembekalan “Pre Deployment Training” (PDT) selama tiga pekan yang diselenggarakan satuan kerja Polri Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) yanh dipimpin oleh Irjen. Pol. Drs. H. Saiful Maltha, S.H., M.Si.

Selanjutnya, dia bersama beberapa rekannya menjalankan kegiatan seperti pelatihan mengemudi, pengenalan misi PBB dan “United Nations Core Value“, pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, serta simulasi kerja.

Pembekalan itu digelar di ruangan ” Command Post Exercise” (CPX) bertempat di Pusat Latihan Multi Fungsi Cikeas Bogor, Jawa Barat. Bagi anggota Polri yang terpilih wajib mengikuti pelatihan itu sebagai bekal melaksanakan tugas pada misi pemeliharaan perdamaian PBB.

Bripka Dewi bersama delapan anggota Polri lainnya diberangkatkan menuju daerah tugas oleh Kepala Biro Misi Internasional Polri, Brigjen. Pol. Krishna Murti, S.IK., M.Si.

Polwan asal Polda Sumatera Barat itu mendapatkan penugasan di wilayah Shangil Tobaya yang berlokasi sekitar 45 menit perjalanan menggunakan helikopter dari pusat komando misi UNAMID, El Fasher.

(my/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password