Gunakan Modus Diselipkan dalam Bed Cover, Pelaku Penyelundupan Sabu Berhasil Diamankan Polisi di Tarakan

Tribratanews.polri.go.id. – Tarakan. Telah kita ketahui bersama, beberapa waktu lalu, Polisi berhasil mengungkap berbagai kasus penyelundupan sabu dengan berbagai macam modus pelaku. Barang haram tersebut ada yang diselipkan di sela bedcover hingga yang dipres sedemikian rupa menyerupai kardus, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, Kepolisian berhasil ungkap penyelundupan sabu yang diselipkan di sela bedcover, untuk barang bukti narkotika jenis sabu, jika dilihat dari kemasannya adalah narkotika jenis sabu yang berasal dari Penang, Malaysia, Hong Kong, dan China. Hal ini dijelaskan oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Daniyanto, Jumat (2/11).

“Modus operandi antara lain di dalam tempat bekas permen, dimasukkan ke kemasan makanan, dimasukkan di sela-sela kain bedcover, dan dikirim melalui jasa pengiriman, dipres tipis, dan disamarkan ke dalam kardus,” sambung Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Pengungkapan 4,5 kg sabu di sela bedcover dilakukan oleh aparat Polres Tarakan Polda Kalimantan Utara. Pada kasus ini, polisi membekuk dua tersangka, yaitu Yam Yunus dan Muhammad Lukman Adhim. Awalnya, petugas Avsec Bandara Juwata Tarakan menyerahkan barang diduga sabu kepada anggota yang hendak dikirim via ekspedisi, Selasa (23/10). Sabu tersebut dibagi menjadi empat paket kiriman dengan total berat 1,9 kilogram dan akan dikirim ke Makassar. Keesokan harinya, Rabu (24/10), aparat menemukan upaya penyelundupan melalui cara yang sama, dengan ekspedisi yang berbeda, ditemukan 2,09 kg sabu dan dengan tujuan yang sama ke Makassar.

Dengan menggandeng Tim Resmob Polda Sulawesi Selatan, Aparat melakukan control delivery. Kemudian, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap pengirim paket sabu tersebut. Saat penangkapan, sabu seberat 500 gram berhasil ditemukan yang juga hendak diambil di salah satu kantor ekspedisi di Makassar. Setelah itu, pengungkapan sabu yang dipres menyerupai kardus dilakukan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan. Dalam kasus ini, polisi menangkap tiga tersangka bernama Nazar, Adi, dan Liberta.

Pada Selasa (30/10) sekitar pukul 08.00 WIB di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, anggota mendapatkan informasi pengiriman narkotika dari Batam menuju Palembang. Paket itu dikirim dengan pesawat Lion Air pukul 17.15 WIB dari Batam. Selanjutnya, tim melakukan penyelidikan dengan mengidentifikasi ciri pelaku serta mengawasi pesawat yang ditumpangi. Setelah pesawat mendarat, anggota kepolisian melalukan penyisiran dan mencurigai seseorang yang menunggu di dekat masjid, di dalam bandara.

Kemudian, tim mengamankan orang yang dicurigai tersebut, yang diketahui bernama Libertam. Polisi juga menangkap kurir, yaitu Nazar dan Adi, yang akan menyerahkan sabu.

Brigjen Pol. Eko Daniyanto menerangkan, pihaknya menyita 64 kg sabu pada pekan pertama November 2018. Pada periode yang sama, kejahatan narkoba yang berhasil diungkap di seluruh Indonesia sebanyak 774 kasus dengan tersangka 1.081 orang.

“November 2018 dibandingkan dengan periode minggu keempat Oktober 2018, menunjukkan penurunan dari 831 kasus menjadi 774 Kasus atau turun 6,68%. Kemudian untuk tersangkanya juga mengalami penurunan dari 1.080 orang menjadi 1.018 orang atau turun 5,74%,” jelas Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

(fa/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password