Satresnarkoba Polres Bitung Gagalkan Peredaran 100 gram Sabu

Tribratanews.polri.go.id, MANADO – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bitung berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu seberat 100 gram, di sekitar Pelabuhan Samudera Kota Bitung, Sabtu (13/10/2018), malam.

Awalnya petugas mendapat informasi bahwa ‘barang haram’ tersebut dibawa oleh seorang pria berinisial FDI alias Vicky (35), yang malam itu hendak berangkat ke Sorong, Papua Barat menggunakan KM. Labobar.

Petugas langsung menuju pelabuhan dan mengamankan Vicky. Sementara barang bukti ditemukan petugas di depan sebuah ATM di area pelabuhan, dalam kondisi terbungkus kantong plastik.

Penuturan Vicky, peredaran sabu ini dikendalikan oleh FNT alias Falen (37) yang saat ini sedang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tuminting, Kota Manado.

Dalam menjalankan ‘bisnis terlarang’ ini, Falen juga melibatkan seorang lainnya berinisial R, residivis kasus narkoba yang saat ini masih buron.

Sebelumnya pada hari yang sama, petugas dipimpin Kasatresnarkoba Polres Bitung, AKP Frelly Sumampouw, juga mengamankan seorang tersangka perempuan berinisial PT alias Ikha (23), yang akan menumpang KM. Labobar.

Ikha ditangkap berdasarkan pengembangan atas ditemukannya 1 gram sabu di dalam botol sampo, di wilayah Maesa, Kota Bitung. Diduga kuat sabu ini ada kaitan erat dengan Ikha.

Petugas lalu melakukan pengembangan, dan pada keesokan harinya, Minggu (14/10), berhasil membekuk BM alias Billy (26) dan RT alias Ricko. Keduanya merupakan residivis kasus narkoba di Manado dan diduga kuat terkait dengan Ikha dalam mengedarkan sabu 1 gram tersebut.

Sementara itu Kapolres Bitung, AKBP Philemon Ginting dalam konferensi pers, Kamis (18/10) mengatakan, ini merupakan pengungkapan narkoba terbesar selama 2018.

Dijelaskannya, modus operandi dua kasus tersebut memiliki kemiripan. “Para tersangka menerima pembelian melalui transfer rekening. Setelah itu paket sabu diletakkan disuatu tempat yang telah ditentukan untuk diambil oleh pembeli, tanpa bertemu langsung dengan mereka (penjual),” terangnya, di depan sejumlah awak media.

Terkait keterlibatan warga binaan Lapas yang turut mengendalikan peredaran narkoba, tegas Kapolres, pihaknya akan berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Sulut, BNNP Sulut dan Lapas Tuminting. “Kami akan mendatangkan warga binaan Lapas tersebut dalam rangka kepentingan pengembangan lanjut,” ujarnya.

Tersangka Ikha, Billy dan Ricko dijerat pasal 114 ayat (1) sub 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sedangkan tersangka Vicky dan Falen, dijerat pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal seumur hidup atas peredaran narkotika di atas lima gram. “Kasus ini tidak berhenti sampai di sini saja, dan masih terus kami kembangkan lagi,” pungkas Kapolres. (CR/Sw/Hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password