Polisi Tetapkan Satu Orang Tersangka Pelaku Pemerkosa Anak Korban Bencana di Sulteng

Tribratanews.polri.go.id – Sudiang. Setelah melakukan penyelidikan dengan memeriksa pelaku, korban dan sejumlah saksi, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar akhirnya menetapkan seorang tersangka dalam kasus pemerkosaan terhadap anak korban bencana Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kasubbag Humas Polrestabes Makassar, AKP Diarits Felle, S.I.K., dalam konferensi persnya, Rabu (17/10/18) mengatakan, hanya tersangka In (14) yang melakukan pemerkosaan terhadap korban bencana Sulteng, SH (7) yang masih duduk di bangku kelas 1 SD di Kota Palu.

Dia menjelaskan, tersangka awalnya dibonceng motor oleh rekannya, Akbar. Di tengah jalan, Akbar menurunkan tersangka dan berjalan kaki ke rumah keluarganya di kompleks Bumi Permata Sudiang (BPS). Saat di jalan, tersangka melihat korban sedang berjalan bersama sahabatnya berinisial B. Tiba-tiba, muncul pikiran cabul tersangka melihat SH dan menyusun rencana. Tersangka kemudian mendatangi SH dan menyuruh sahabatnya B pulang.

“Setelah B pergi, tersangka kemudian membawa korban ke salah satu rumah kosong di kompleks BPS yang tak jauh dari rumahnya. Di rumah kosong itulah, tersangka melampiaskan nafsu bejatnya terhadap korban,” jelas Kasubbag Humas Polrestabes Makassar.

SH sempat melakukan perlawanan, namun kalah kekuatan hingga akhirnya diperkosa sebanyak dua kali oleh tersangka. Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, tersangka hendak mengatar korban pulang ke rumah keluarganya di kompleks tersebut.

“Dalam perjalanan, korban melihat pamannya Hendro dan bergegas memeluknya. Korban langsung menceritakan peristiwa yang baru dialaminya. Seketika itu, Hendro bersama warga sekitar mengamankan tersangka dan melaporkannya ke Mapolsekta Biringkanaya,” tuturnya.

Dari hasil visum, korban dinyatakan oleh tim dokter rumah sakit telah diperkosa dengan luka di kemaluannya.

“Atas perbuatannya, tersangka diancam pasal 81 Juncto pasal 76 D atau pasal 82 Juncto 76 E UU Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara atau setengah hukuman orang dewasa,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pengungsi korban bencana Sulteng, SH (7) yang masih duduk d ibangku kelas 1 SD diperkosa oleh tiga pemuda di tempat pengungsian di Bumi Permata Sudiang (BPS), Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Selasa (16/10/18) sore. Kasus pemerkosaan ini pun telah ditangani oleh aparat kepolisian dan korban menjalani visum di RS Malebu, Sudiang.

(my/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password