Polisi Karanganyar Tangkap 2 Tersangka Baru Pengedar Uang Palsu

Tribratanews.polri.go.idKaranganyar. Satuan Reskrim Polres Karanganyar menangkap dua tersangka baru dalam kasus peredaran uang palsu (upal).
Dua tersangka itu yakni Agus Priyanto (39) warga Kebakkramat, Karanganyar, dan Fathy Yefry Bamahry(42), warga Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Penangkapan keduanya merupakan hasil pengembangan kasus upal kertas pecahan 100.000 dan mata uang asing yang terungkap pada awal bulan Oktober.

Saat itu jajaran kepolisian menangkap enam tersangka, yakni ST, 27, warga Jaten, Karanganyar; Achmad Sofyan Hadi Purwanto, 26, dan Dwi Hepi N., 30, warga Kabupaten Jombang; BNH, 34, warga Kabupaten Ponorogo; Sugeng, 41, warga Kabupaten Madiun; dan HA, 48, warga Kabupaten Sidoarjo.

Kapolres Karanganyar AKBP Henik Maryanto mengatakan  total sudah delapan tersangka kasus peredaran upal yang ditangkap Polres Karanganyar pada bulan ini. Satu tersangka baru, Agus Priyanto, 39, berstatus sebagai penjual jamu di Kebakkramat, Karanganyer.

Tetapi informasi yang beredar, dia tercatat sebagai aparatur sipil negara (ASN) di salah satu sekolah di Kebakkramat. Dari tangan Agus, polisi menyita 48 lembar upal pecahan 100.000, handphone, dan satu bungkus jamu diduga untuk menyimpan upal.

Agus ditangkap berdasarkan keterangan dua tersangka sebelumnya, ST dan Achmad Sofyan Hadi Purwanto.

“Mereka mengaku bertransaksi dengan seseorang di Kebakkramat sebanyak 48 lembar. Polisi menyelidiki informasi itu dan menangkap Agus. Agus melanggar Pasal 36 ayat (2) UU RI Nomor 7/2011 tentang Mata Uang dengan ancaman pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar,” kata Kapolres Karanganyar di Mapolres Karanganyar, Selasa (16/10/18).

AKBP Henik Maryanto menyampaikan akan berkoordinasi dengan Polres Sidoarjo dan Polda Jatim, untuk mengembangkan kasus tersebut.

“Koordinasi Polres Sidoarjo mudah-mudahan tidak sampai berhenti pada penyimpan dan pengedar tapi sampai pencetak upal. Jadi sampai sekarang sudah tangkap delapan tersangka. Selain itu kami koordinasi dengan BI untuk memastikan upal atau bukan. Semoga ini bisa menekan peredaran upal,” jelas Kapolres Karanganyar.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password