Polisi Awasi Konten Negatif di Grup Facebook Pelajar

ym4

Tribratanews.polri.go.idBatam. Jajaran Cybercrime Polda Kepri ikut menelusuri grup Facebook Anti Mojok Mojok (Momok) Club yang digunakan untuk berbagi konten pornografi sejumlah siswa SMPN 28 Batam, beberapa waktu lalu.

Selain beranggotakan para pelajar SMP, grup ini ternyata juga dikendalikan oleh admin yang masih memakai seragam putih-biru.

Dirkrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Rustam Mansur melalui Kompol Ike Krisnadian mengatakan, anggota grup Facebook ini merupakan puluhan pelajar dari beberapa SMP di Batam. Tak hanya laki-laki, terdapat anggota pelajar perempuan.

“Sejak kasus grup Anti Mojok Mojok Club ini mencuat, grup ini sudah dihapus,” kata Kompol Ike Krisnadian, Kamis (11/10).

Para siswa yang berada di grup ini login melalui smartphone dan komputer di warung internet (warnet). Ike mengatakan dari penuturkan pihak SMPN 28, kasus ini bermula dari salah seorang guru mendapati siswanya yang masih berada di warnet hingga tengah malam, Sabtu (22/09) lalu.

“Tidak hanya main warnet, siswa ini juga menghisap rokok,” tuturnya.

Setelah itu, Senin (24/09) guru Bimbingan Konseling SMPN 28 memangil siswa yang bersangkutan. Dan memintanya membuka facebooknya, untuk mengetahui aktivitas anak tersebut. “Ternyata saat dicek ada grup porno tersebut,” ungkap Kompol Ike Krisnadian.

Walaupun tidak ada terjadi tindak pelecaehan seksual atau kriminal lainnya, Ike mengatakan pihaknya akan tetap memantau aktivitas siswa-siswa tersebut. “Cyber Patrol kami tidak hanya mengawasi berita hoax saja, tapi juga konten-konten yang melanggar aturan seperti berbau pornografi,” tutur Mantan penyidik Bareskrim Polri.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus percakapan serta saling mengirim tautan berbau pornografi yang melibatkan tiga siswa SMPN 28 Batam terungkap setelah Kepala Sekolah SMPN 28 Boedhi Kristijorini melakukan penyelidikan. Setelah diusut, ternyata ketiga orang yang terdiri dari satu siswa laki-laki dan dua siswa perempuan ini berkirim tautan pornografi.

Boedhi mengaku sudah memberikan sanksi keras terhadap ketiganya. “Satu orang siswa dipindahkan ke orangtuanya ke pesantren, sedangkan dua orang lainya memilih tetap belajar disini. Tapi kami berikan SP3,” ucapnya beberapa waktu lalu.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password