Sempat DPO 2 Tahun, Polisi Tangkap Seorang Buronan

12 oktober 2

Tribratanews.polri.go.id – Palembang. Setelah 2 tahun menjadi buronan, Wahyu (23), pelaku begal hingga menewaskan korbannya, ditangkap oleh jajaran Subdit III Jatanras, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan. Saat ditangkap, Wahyu ditembak di bagian kaki lantaran mencoba melarikan diri ketika ditangkap di kawasan Lemabang, Jalan RE Martadinata di Kecamatan Ilir Timur II Palembang, Sumatera Selatan.

Pepatah “sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga”, cocok dengan nasib Wahyu. Setelah dua tahun dalam pelarian, dia akhirnya jatuh juga ke tangan kepolisian. Dia diburu karena aksi penganiayaan hingga berujung kematian dan perampasan terhadap Edo yang disebut-sebut sebagai selingkuhan kekasihnya. Dia tak menyangka ternyata polisi masih memburunya.

Pelaku mengaku, selama ini dia bersembunyi di Lampung setelah menganiaya korban atas nama Edo hingga tewas di kawasan Jalan Yusuf Singadekane, Kecamatan Kertapati Palembang, pada Kamis, (30/6/16) silam bersama rekannya, OG. Mereka lalu merampas motor korban.

“Motor dan handphone-nya kami ambil. Setelah itu saya lari ke Lampung. Saya kira polisi sudah lupa kasus itu, makanya kembali ke Palembang,” kata Wahyu di Polda Sumsel, Rabu (11/10/2018).

Wahyu mencoba melarikan diri ketika ditangkap oleh jajaran Subdit III Jatanras, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel di kawasan Lemabang. Namun, polisi segera melontarkan timah panas ke kakinya.

Wahyu bercerita, dia mengenal korban lantaran berselingkuh dengan pacarnya. Cemburu membuatnya menjadi cemburu buta hingga menemui korban di lokasi kejadian.

“Pacar saya diambil dia, jadi saya datangi. Motornya kami ambil untuk kabur,” ujar  pelaku.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara Jaya, S.I.K., mengatakan, sebelumnya mereka mendapatkan informasi bahwa Wahyu sedang berada di Kabupaten Ogan Ilir. Namun, ketika datang ke sana, tersangka ternyata telah lebih dulu kabur ke Palembang. Dalam kasus ini, petugas masih melakukan pengejaran terhadap OG yang merupakan rekan Wahyu ketika beraksi.

“Dari pemeriksaan petugas, tersangka memiliki rencana untuk membunuh. Jadi selain dijerat dengan pasal 365 KUHP, tersangka juga dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,” ujar Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel tersebut.

(my/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password