Rusaknya Lapas di Wilayah Sulteng Pasca Gempa dan Tsunami, Rutan Maesa akan Digunakan untuk Menampung Napi yang telah Kembali

Tribratanews.polri.go.id. – Palu. Pasca gempa dan Tsunami yang melanda Sulawesi Tengah, Lapas Palu dan Donggala banyak mengalami kerusakan bangunan yang sangat parah. Oleh karena itu, Kementerian Hukum dan HAM beserta Kantor Wilayah Hukum dan HAM Sulteng berkoordinasi dengan Polri untuk menggunakan Rumah Tahanan (Rutan) Maesa Palu sebagai tampungan sementara warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Palu, Donggala, dan Parigi yang sudah kembali.

Dalam hal ini, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan, Para narapidana terpaksa ditampung di Rutan Maesa karena enam lapas di wilayah Palu belum dapat berfungsi secara optimal.

Saat ini, belum semua warga binaan kembali atau melapor untuk masuk lapas. Berdasarkan data Polri sampai Selasa, 9 Oktober 2018, di Lapas Palu hanya 27 warga binaan yang melapor dari total 561 penghuni. Artinya masih ada 534 warga binaan yang belum kembali atau melaporkan akan kembali. Di Lapas Donggala pun hanya 49 narapidana yang sudah melapor dari jumlah penghuni 342. Sisa 293 warga binaan dinyatakan belum melapor. Adapun di Lapas Parigi dari 380 warga binaan, sudah setengahnya kembali dan 76 lainnya masih belum melapor untuk kembali.

(fa/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password