Anggota Polri Evakuasi Korban Pertikaian Terkena Senjata Tajam di Yahukimo

Kabid-Humas-Video-Tentang-Peristiwa-Gugurnya-Anggota-Polri-di-Papua-Tanggal-25-Juli-2018-adalah-Hoax-752x440

Tribratanews.polri.go.id – Yahukimo. Peristiwa lakalantas yang terjadi di Dekai Kabupaten Yahukimo berujung pertikaian antar dua suku, pertikaian yang mengakibatkan salah satu anggota polri yang mencoba untuk melakukan evakuasi terhadap korban panah, justru diserang secara anarkis yang mengakibatkan anggota polri tersebut mengalami luka robek senjata tajam di Yahukimo, Senin 08/10/2018.

Kabid Humas Polda Papua, Kombespol Drs. AM. Menerangkan bahwa anggota Polri atas nama Bripda Herman Arab Dolen dan Kasat Sabhara Ipda Daniel Tiala mendapatkan serangan anarkis saat mencoba mengamankan dan melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang terkena panah, Bripda Herman Arab terkena senjata tajam sedangkan Ipda Daniel dapat diselamatkan.

Kabid Humas menambahkan pertikaian antar kedua suku ini berawal dari laka lantas yang terjadi di depan kediaman Bupati, antara pengendara inisial LH dan pengendara inisial SD.

“SD yang diketahui baru belajar mengendarai sepeda motor tidak dapat menguasai kendaraannya sehingga mengambil jalur sebelah kanan, saat itu juga LH yang berlawanan arah melihat keadaan SD yang mengambil jalur kanan langsung menghentikan kendaraannya, namun SD tidak dapat menguasai kendaraannya sehingga menabrak LH yang saat itu dalam posisi yang sudah berhenti,” jelas Kabid Humas.

Kemudian LH mengevakuasi SD ke RSUD Dekai untuk mendapatkan pertolongan medis, karena takut amukan dari keluarga SD akhirnya LH mengamankan diri ke Polres Yahukimo.

Berawal dari peristiwa  lakalantas telah terjadi pertikaian antara keluarga SD dengan LH, yang mengakibatkan 9 orang menjadi korban diantaranya 3 orang meninggal dunia (2 akibat panah, 1 akibat laka lantas) sedang 6 orang mengalami luka-luka akibat panah.

“Anggota kami berupaya menghentikan pertikaian dengan himbauan dan mencoba untuk melakukan evakuasi terhadap korban yang terluka, namun dihalangi bahkan sebaliknya mereka melakukan serangan anarkis memggunakan busur panah, Kampak dan parang kepada anggota,” ujarnya.

Untuk menghentikan serangan anarkis tersebut, anggota Polri mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan massa, dan massa dapat dibubarkan dan meninggalkan TKP namun sebelumnya ada anggota polri yang menjadi korban penusukan pada bagian pantat.

Para korban yang ditahan dapat diselamatkan dan dievakuasi oleh Polisi ke RSUD Dekay dengan penjagaan dan pengawalan dari Kepolisian, tambah Kamal.

“Hasil pemeriksaan medis, bahwa anggota polri yang terluka akibat terkena benda tajam, yang mengakibatkan luka robek sedalam 9 cm,” tutur Kabid Humas.

Kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan berita-berita bohong atau informasi yang tidak jelas sumbernya, baik dari media online maupun media sosial, karena sampai saat ini sudah banyak tersebar berita dan informasi di medsos terkait pertikaian di Yahukimo yang tidak sesuai dengan faktanya.

(er/sw/hy)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password