Akibat Gempa dan Tsunami di Sulteng, 8 Anggota Polisi Meninggal Dunia

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., MM, mengatakan gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat 28 Sepember 2019 pekerjaan delapan personel polisi meninggal dunia.

Diketahui, Saat ini ada delapan anggota Polri yang telah dievakusi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah.

“Hingga saat ini orang masih melakukan pencarian di lokasi yang terdampak gempa. Karena masih ada korban yang belum ditemukan,” tutur Karopenmas Divisi Humas Polri, saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (29/9).

“Untuk sementara, Polri telah menerjunkan 300 orang dalam proses evakuasi di titik-titik terdampak bencana. Personel Polri tersebut dari satu SSK (satuan setingkat kompi) dari Palu, satu SSK dari Gorontalo, satu SSK dari Sulawesi Barat,” tambah Karopenmas Divisi Humas Polri .

Gempa Donggala berkekuatan 7,7 SR pada Jumat petang, 28 September 2018 (kemudian direvisi menjadi 7,4 SR) mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berada di 0,18 Lintang Selatan dan 119,85 Bujur Timur atau 27 kilometer timur laut Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa tersebut juga menyebutkan setinggi tsunami 1,5-2 meter. Gempa ini berimbas pada tsunami Palu.

Bahkan BMKG telah mengeluarkan peringatan tsunami dengan status Siaga di pantai Donggala bagian barat, dan status Waspada di pantai Donggala bagian utara, Mamuju bagian utara dan Kota Palu bagian barat.

(rj / sw / hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password