Dialog Interaktif, Kabid Humas Polda DIY Ajak Peserta Pemilu Ciptakan Suasana Kondusif

IMG-20180929-WA0240

Tribratanews.polri.go.id – PoldaDIY, Menghadapi Pemilu 2019 berbagai sebaran konten media sosial tentu akan ikut menghangatkan suasana, bahkan untuk beberapa situasi memunculkan polemik dan memanaskan suasana. Hal ini lah yang menjadi perhatian berbagai pihak. Baik peserta Parpol Pemilu, Kelompok Relawan pendukung paslon, penyelenggara pemilu masyarakat dan tentu Kepolisian.

Situasi yang kondusif tentu menjadi keinginan semua pihak, sehingga Pemilu dapat terlaksana dengan baik. Sebagaimana dialog interaktif yang digelar oleh DPRD DIY, “Strategi Wujudkan Pemilu 2019 Bermartabat dan Berbudaya, Dengan Melawan Hoax, Fitnah, Isu SARA dan Ujaran Kebencian”. Dialog yang digelar di Gedung DPRD DIY ini menghadirkan Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto, S.IK., M.Sc., mewakili Kapolda, Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto, ST., M.Si., dan Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan, S.IP., MA. Dipandu Martha Sasongko dan Dibyo Primus, dialog ini juga dihadiri sekitar 40 peserta.

Ketua Komisi A dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemilu sebagai manifestasi dari kedaulatan rakyat harus bebas dari hoax dan konten – konten negatif yang provokatif dan mengadu domba. Menurutnya, peran masyarakat sangat penting.

“Dengan berani melaporkan hates peech ke Kepolisian, sebagaimana yang dicontohkan oleh Sri Sultan saat menjadi korban hoax,” jelas Ketua Komisi A.

Menurutnya juga, masyarakat harus bisa menjadi baris terdepan melawan konten – konten negatif di media sosial. Demikian halnya dengan kampanye yang dilakukan di Jogja seharusnya juga jangan sampai merugikan masyarakat Jogja sendiri. Mengingat Jogja sebagai destinasi wisata. Menghadapi hoax, Ketua Komisi A menyarankan untuk menghapus ketika menerima informasi hoax, dan ketika mengandung fitnah harus segera dilaporkan ke Kepolisian.

Sedangkan Kabid Humas menyampaikan bahwa Kepolisian tidak pernah lelah mengajak peserta pemilu untuk menciptakan suasana yang kondusif.

“Kami pun secara langsung mengingatkan akun – akun media sosial yang menimbulkan keresahan di masyarakat,” jelas Kabid Humas.

Terkait konten – konten negatif di media sosial, Kabid Humas mempersilakan masyarakat untuk menyampaikan melalui akun medsos Polda DIY.

Sedangkan Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan, S.IP., MA. mengajak untuk melihat kembali arti dari Kampanye itu sendiri. Bahwa kampanye adalah penyampaian, program, visi dan misi Caleg.

“Kita tidak ingin kegiatan pemilu yang seharusnya menjadi pendidikan politik malah menjadi momok,” terang Ketua KPU DIY.

Menurut Ketua KPU DIY, ada ketentuan yang mengatur bahwa Parpol peserta pemilu hanya boleh memiliki akun media sosial tidak lebih dari 10 akun. Mengingat pengguna sosial media di Indonesia ini sangat banyak dan itu sangat amat rawan terpapar hoax. Ada penambahan penambahan kewenangan bawaslu tidak hanya pencegahan sampai dengan pembatalan calon.

Ketiga Narasumber sepakat, bahwa melalui media sosial bisa digunakan untuk pendikan politik, terutama kepada generasi milenial. Termasuk pencegahan money politik. Sehingga Pemilu selain untuk memilih calon wakil rakyat dan pemimpin negara, juga memiliki makna pendidikan politik bagi masyarakat.

(Sj/Sw/Hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password