Polisi Ungkap Judi Online dan Togel Beromzet Miliaran di Kalbar

Tribratanews.polri.go.idPontianak. Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) mengungkap kasus perjudian online dan togel yang beromzet miliaran rupiah di Pontianak, Kalimantan Barat. Total delapan orang berhasil diamankan oleh petugas kepolisian.

“Ini pertama kali kita menangkap dan mengungkap perjudian online dan togel terbesar beromzet miliaran rupiah selama menjabat Kapolda Kalbar,” kata Kapolda Kalbar Irjen. Pol. Drs. Didi Haryono, S.H., M.H dalam keterangan, Selasa (25/9/2018).

Tim Subdit II Cyber Ditreskrimsus Polda Kalbar menangkap para pelaku pada 16 – 17 September 2018 di daerah Singkawang dan Pontianak. Dalam penggerebekan itu, pelaku berinisial LH alias Ahui berserta tujuh orang lain ditangkap. Ahui merupakan bandar perjudian tersebut.

“Tersangka dikenal sangat licin dan mempunyai jaringan kuat di empat wilayah, yakni Singkawang, Sambas, Melawi, dan Kota Pontianak. Para tersangka berikut barang bukti judi online kini diamankan di Mapolda Kalbar,” ujarnya.

Kapolda Kalimantan Barat menerangkan Ahui sudah beraksi selama 8 bulan dengan membuka perjudian jenis togel, sepakbola, hingga adu ayam di Singkawang, Sambas, Melawi, dan Pontianak. Judi online dilakukan melalui beberapa situs judi. Selain itu, Ahui memiliki sejumlah agen judi di berbagai kota.

“Di Kota Singkawang ada 20 agen, Kabupaten Sambas ada 12 agen, Kabupaten Melawi ada 10 agen, dan Kota Pontianak sebanyak 12 agen. Total omzet per bulan diperkirakan Rp 1-2 miliar. Setelah dikembangkan, omzet mencapai Rp 3 miliar,” tuturnya.

Irjen. Pol. Drs. Didi Haryono, S.H., M.H menjelaskan perjudian ini dilakukan hampir setiap hari. Menurutnya, para tersangka ini memiliki kantor untuk merekap, memiliki akses permainan judi online yang terhubung dengan server bandar di Kota Pontianak hingga jalur akses ke kantor pusat di Jakarta.

Polisi juga menyita barang bukti berupa uang tunai kurang-lebih Rp 195 juta, 20 buku rekapan member yang berminat, dua buku pelanggan yang sudah deposit ke dalam situs judi, sejumlah kartu ATM, dan buku tabungan hingga puluhan peralatan komputer.

“Para tersangka bandar judi online dan judi togel ini akan dijerat dengan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 303 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman dipidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” ungkapnya.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password