Polri Telisik Dugaan Pidana Sugar Group Company GJ

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri sedang menelisik kasus dugaan penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diduga menyeret bos Sugar Group Company GJ.

Wakil Direktur (Wadir) Tipideksus, Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga membenarkan adanya pengusutan kasus tersebut.

Sampai saat ini, pihak dari Kepolisian masih terus mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk membuktikan dugaan tindakan pidana tersebut.

“Proses yang kami lakukan menambah alat bukti agar satu penyidikan lebih firm,” ujarnya di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Selasa (25/09/18).

Kendati begitu, Mantan Dirreskrimum Polda Sumsel menuturkan, pihaknya tak mau terburu-buru untuk dalam proses penyidikan ini. Ia menyatakan dalam menelisik suatu perkara, pihaknya akan mengumpulkan sebanyak-banyaknya alat bukti.

“Untuk menyangka seseorang menjadi pelaku tidak cukup hanya satu alat bukti. Dalam undang-undang, KUHAP memberikan fasilitas minimal dua alat bukti. Alat bukti yang minimal itu juga kadang-kadang kami tambah dengan alat bukti yang lain agar meyakinkan,” papar Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga.

Di sisi lain, Wadir  mengatakan, jajarannya akan melakukan gelar perkara terlebih dulu untuk memutuskan langkah hukum selanjutnya dalam kasus ini. Nantinya, hal tersebut akan dijadikan pertimbangan apakah pihak terlapor akan dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan.

“Tidak menutup kemungkinan (GJ diperiksa). Kalau sampai harus ke sana (tahap pemeriksaan), kami cek dulu, dilakukan gelar dulu,” tuturnya.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan, penyidik saat ini sedang melakukan proses pembuktian secara teliti dan menggunakan metode ilmiah agar menghasilkan kesimpulan yang komperhensif. Dedi menambahkan, penyidik juga mengundang ahli untuk menganalisa perkara ini.

Dalam mengusut perkara ini, Dedi menegaskan bahwa penyidik Polri telah melakukan proses hukum sesuai mekanisme yang legal dan prosedural.

“Kami tidak boleh gegabah. Proses pembuktian secara ilmiah terus jalan secara komprehensif. Kami mengundang ahli juga untuk memantapkan (penyidikan),” ucapnya.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password