Polri Ungkap Kasus Bahan Peledak Di Sultra Dan 3.208 Detonator Bom Ikan

Tribratanews.polri.go.idSulawesi Tenggara . Polisi mengungkap kasus penyelundupan ribuan bahan peledak di perairan Sulawesi Tenggara (Sultra). Dalam pengungkapan kasus itu, petugas menangkap empat tersangka dan menyita 15 ton amonium nitrat serta 3.208 detonator.

“Penggunaan bahan peledak masih menjadi momok yang sangat menakutkan bagi kerusakan lingkungan khususnya kelautan di Sultra,” kata Kakorpolair Polri Irjen Pol M Chairul Noor Alamsyah, didampingi Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto, saat press conference pengungkapan kasus bahan peledak di Aula Dachara Polda Sultra, Rabu.

Pengungkapan kasus bahan peledak amonium nitrate kata dia, bermula saat adanya penyelidikan yang dilakukan oleh personel Subdit Intel, Dit Polair Korpolairud Baharkam Polri bersama-sama dengan personel Subdit Gakkum Dit Polair Polda Sultra mengenai pengangkutan ilegal bahan peledak jenis amonium nitrate di wilayah perairan Sultra.

“Dari hasil penyelidikan tersebut personel mengamankan tersangka berinisial SA saat melakukan patroli di Pulau Saponda, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, 19 Maret 2018. Dari tersangka diamankan amonium nitrate sebanyak 215 karung (5,375 ton),” katanya.

Kemudian lanjut Chairul, pada 2 April 2018 di Pesisir Pantai Katembe, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, personel Dit Polair menangkap tiga tersangka berinisial NI, SA, dan BA dengan barang bukti 83 karung amonium nitrate (2,075 ton).

Keempat tersangka katanya, dikenakan pasal 1 Ayat 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951 Tentang Bahan Peledak Jo Pasal 60 Ayat 1 UU RI No.12 Tahun 1992 Tentang Sistem Budidaya Tanaman Jo Pasal 104, Pasal 113 UU RI No.7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.

“Dari keterangan tersangka, bahwa barang bukti amonium digunakan untuk bom ikan,” kata Irjen Pol Chairul.

Setelah itu kata Irjen Pol Chairul, personel melakukan penyelidikan terkait dengan perdagangan ilegal bahan peledak jenis detonator, di pesisir pantai Desa Lora, Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana, pada 25 Juli 2018, personel mengamankan dua orang tersangka inisial HA dan RI dengan barang bukti detonator pabrikan sebanyak 400 butir.

(py/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password