Polri Tangkap 5 Pelaku Perdagangan Manusia ke Malaysia

ym3

Tribratanewspolri.go.idJakarta. Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menangkap lima orang tersangka yang diduga melakukan perdagangan manusia. Mereka menyelundupkan ES, 16 tahun, remaja asal Sukabumi ke Malaysia.

Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Pol. Panca Putra mengatakan jajarannya pertama kali mengetahui kasus ini dari pemberitaan media massa yang viral. Pihaknya lalu bekerja sama dengan atase Polri Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur untuk melakukan penyelidikan.

“Dari penyelidikan Bareskrim Polri berhasil menangkap dan mengamankan lima oerang pelaku yang bertindak sebagai perekrut dan yang menyiapkan dokumen palsu untuk membawa korban ke Malaysia,” katanya di Bareskrim, Gambir, Jakarta, Kamis, 13 September 2018.

Kelima tersangka itu adalah Yuliawati alias Neng Lia, Jakin Sudrajat alias Kiki, M. Imronsyah alias Ican, Alfian Saputra Abdulhak alias Manado, dan Tamrin.

ES menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia secara ilegal. Dan saat bekerja untuk majikannya yang berkawarganegaraan Bangladesh, ES mengalami penyiksaan secara fisik.

Penyiksaan yang dialami ES menjadi pintu masuk bagi Polri untuk mengungkap jaringan perdagangan manusia. “Bareskrim Polri, bekerja sama dengan Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) dan Imigrasi, kita melakukan pelacakan terhadap asal titik keluarnya korban ke luar negeri,” ujar Wakil Direktur Tindak Pidana Umum (Tipidum) Bareskrim Polri Kombes Pol Panca Putra di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

Kelima tersangka ini memiliki peran masing-masing saat menjalankan aksi kejahatannya. Ada yang bertugas untuk merayu korban dengan iming-iming pekerjaan, menjemput dan mengantarkan korban ke Malaysia.

Diketahui, ES menuju Malaysia melalui Batam, Provinsi Kepulauan Riau, dengan menggunakan kapal feri. ES masuk ke Malaysia, tepatnya di Kota Muar.

Dalam aksinya tersebut, para pelaku juga memalsukan dokumen identitas korban untuk membuat paspor, seperti surat keterangan perekaman KTP-el, akte kelahiran, dan Kartu Keluarga.

Komplotan ini memiliki agen di Malaysia, yang masih diburu keberadaannya. Mereka juga tidak beroperasi secara bersamaan. Ada yang baru melakukannya, ada pula yang sudah beberapa kali menjalankan kejahatan tersebut.

Kelima tersangka dikenai pasal 6 Undang-Undang no 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 81 Undang-Undang no 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp 600 juta orang ke Malaysia,” ujar Wadirtipidum Bareskrim Polri

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password