Sindikat Pemalsuan STNK dan BPKB Ditangkap Kepolisian

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Kepolisian Resort Pelabuhan Tanjung Priok menangkap sindikat pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan(STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Sindikat ini membuka lapak jasa mereka melalui media sosial.

“Tersangka melakukan pemalsuan STNK dan BPKB di media sosial,” ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP. Moh. Faruk Rozi, SH, SIK., Rabu (12/9/18) malam.

Ada tiga pelaku yang ditangkap terkait kasus ini pada Rabu (12/9). Ketiganya adalah Rubiyanto (32), Sutrisno (25) dan Supriyanto (19). Penangkapan tersebut dipimpin oleh Iptu Falva Yoga.

“Tersangka Rubiyanto bertugas mengarahkan dan menerima pesanan dari orang lain (konsumen), Sutrisno sebagai pembuat STNK dan BPKB palsu, sedangkan Supriyanto bertugas sebagai kurir yang mengantar pesanan melalui jasa ekspedisi,” ujar Kasat Reskrim tersebut.

Para pelaku ditangkap usai polisi mendapat informasi terkait jual-beli jasa pembuatan STNK dan BPKB palsu di media sosial. Polisi pun kemudian melakukan undercover buy untuk memancing pelaku.

“Selanjutnya, pada tanggal 10 Agustus 2018, anggota yang melakukan penyelidikan menerima STNK palsu pesanan dari tersangka,” imbuhnya.

Penyelidikan polisi kemudian sempat terhenti karena harus mencari alamat pelaku. Hingga akhirnya polisi mengetahui keberadaan pelaku berada di Trowolu Pencol Ngaringan, Grobogan, Jawa Tengah.

“Setelah itu, tim melakukan penangkapan dan berhasil mengamankan tiga orang yang diduga melakukan pemalsuan STNK dan BPKB,” jelasnya.

Dari para pelaku, polisi menyita barang bukti sebagai berikut:

– 40 set STNK palsu berikut pajak palsu
– 26 lembar STNK Palsu
– 30 lembar surat ketetapan pajak daerah kendaraan mobil palsu
– 199 STNK berikut surat ketetapan pajak daerah untuk kendaraan motor yang dipalsukan
– 111 surat ketetapan pajak daerah untuk kendaraan bermotor R2 yang dipalsukan
– 65 STNK kendaraan bermotor R2 yang dipalsukan
– 3 BPKB asli
– 1 BPKB palsu
– 1 (buah) buku gambar
– 3 buah Sampul buku gambar
– 2 buah lakban warna coklat
– 1 rol plastik foil emas
– 1 rol plastik foil warna Pelangi
– 12 plastik bungkus STNK
– 3 buah Stiker BPKB
– 1 buah lem Povinal
– 3 buah carter kecil
– 2 buah stempel Polda Metro Jaya
– 1 buah stempel Polres Sragen
– 2 buah stempel Polda Jateng
– 1 buah stempel Satuan Lalu Lintas Polri
– 2 buah stempel Staf Lantas Polda Metro Jaya
– 1 buah stempel Tri Brata
– 2 buah stempel tanggal
– 1 bak stempel
– 4 Buah STNK asli yang diambil hologramnya
– 7 Buah STNK asli
– 1 Buah penggaris
– 2 Buah handphone Oppo warna putih
– 3 buah flashdisk
– 1 buah laptop
– 1 buah laminating
– 1 buah printer HP warna Putih
– 1 buah printer Epson
– 1 buah ATM BCA
– 3 buah bukti pengiriman J & T
– 3 boks kardus untuk pengiriman
– 1 buah HP Oppo.

Dalam kasus tersebut tersangka bisa dikenakan Kasus Pemalsuan dan atau Pertolongan Jahat dengan Pasal 263 KUHP dan 480 KHUP dengan ancaman selama 6 tahun penjara.

(my/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password