Konferensi Pers Kasus Perampasan dengan Kekerasan, Kapolda Jabar: Kurang Dari Satu Minggu Para Tersangka Berhasil Diamankan

Tribratanews.polri.go.id – Bandung. Polda Jabar menggelar konferensi pers terkait aksi penjambretan sadis dengan dua orang korban mahasiswi yang salah satunya harus kehilangan nyawanya, pada akhir bulan Agustus lalu bertempat di Rs. Sartika Asih Bandung, Rabu (6/9/18).

Konferensi Pers kali ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jabar Irjen. Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si., didampingi oleh Wakapolda, beberapa pejabat utama Polda Jabar dan Kapolrestabes Bandung.

Seperti diketahui sebelumnya, kasus ini terjadi pada hari Kamis 30 Agustus 2018 sekira pukul 03.40 WIB di Jl. Surapati Kel. Lebak Gede Kec. Coblong Kota Bandung yang mana dalam hal ini memakan dua korban perempuan satu meninggal dunia dan satu sedang mengalami perawatan intensif.

Saat Konferensi Pers tersebut, Kapolda Jabar menyampaikan ada dua tersangka dalam kasus ini. “Upaya kami berhasil, kurang dari satu minggu para tersangka berhasil diamankan. Penangkapan keduanya juga berdasarkan CCTV yang ditemukan di beberapa ruas jalan di sekitar TKP,” tutur Kapolda.

Modus Operandi yang dipakai Tersangka adalah dengan menggunakan sepeda motor dikemudikan oleh tersangka YA dan membonceng tersangka AS tepatnya di Jl. Surapati Kel. Lebak Gede Kec. Coblong Kota Bandung sekitar jam 03.40 Wib kendaraan para tersangka memepet kendaraan yang dikemudikan oleh korban. Kemudian tersangka AS mengambil tas secara paksa yang dibawa oleh korban sampai kendaraan korban terjatuh selanjutnya tersangka melarikan diri dengan membawa tas hasil rampasan.

Kapolda menuturkan proses penangkaan para tersangka. “Pada tanggal 4/9/2018, telah diamankan pelaku atas nama AS di depan Griya Pahlawan, Bandung. Dari penangkapan tersebut didapati barang bukti Hp Merk Xiaomi, kemudian setelah dilakukan interogasi, pelaku menunjuk pelaku yang lainnya atas nama YA. Ahirnya YA ditangkap di rumahnya, di daerah Rancamayar, Cibaduyut, Kabupaten Bandung.

Selain itu, Kapolda menjelaskan alasan pihak Kepolisian memberikan tindakan tegas kepada salah satu tersangka saat proses penangkapan. “Ketika menunjukan rumah pelaku YA, pelaku AS berusaha mengecoh petugas dan melarikan diri sehingga diberikan tindakan tegas,” ungkap Kapolda.

(rz/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password