Polisi Dalami Kasus Perusahaan Pembakar Hutan

Tribratanewspolri.go.idPontianak. Polda Kalimantan Barat (Kalbar) terus menangani kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilakukan lima perkebunan sawit di Kabupaten Kubu Raya yang disegel Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Minggu (26/08). Polisi mendalami kasus perusahaan yang diduga terlibat pembakaran hutan ini.

“Kami akan melihat dulu terkait data dan bukti-bukti hingga perusahaan tersebut dilakukan penyegelan oleh pihak KLHK. Sebelumnya, mereka memang koordinasi terkait penyegelan itu, tetapi kami masih belum mengetahui secara detailnya,” kata Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, di Pontianak, Selasa (28/08).

Menurut  Kapolda Kalimantan Barat, Polisi akan menyelidiki dengan komprehensif untuk mengetahui apakah ada unsur pidananya atau tidak. “Apabila ada unsur pidananya maka akan ditingkatkan ke penyidikan untuk menentukan siapa pelaku atau tersangka dalam kasus tersebut,” katanya.

Sebelumnya, Minggu (26/8), Tim KLHK yang dipimpin Dirjen Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani, menyegel area lahan terbakar di lima perusahaan perkebunan di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalbar. Kelima perusahaan itu adalah PT SUM, PT PLD, PT AAN, PT APL, dan PT RJP.

“Menteri LHK, Siti Nurbaya, memonitor penanganan kasus karhutla dan memerintahkan kami turun langsung ke lokasi. Penyegelan lokasi yang terbakar ini untuk mendukung penegakan hukum karhutla secara tegas agar ada efek jera. Kami akan terus memantau lokasi-lokasi lain yang terbakar, ter masuk dengan menggunakan teknologi satelit dan drone,” kata Rasio Ridho Sani.

Menurut Dirjen Penegakan Hukum KLHK  mengapresiasi dan mendukung langkah- langkah yang telah diambil oleh Satgas Karhutla, TNI, Polda Kalbar, Pemda, dan masyarakat dalam upaya mencegah dan menanggulangi karhutla di Kalbar.

Terhadap penegakan hukum karhutla, KLHK mengapresiasi langkah Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono dan jajarannya yang menindak 26 pelaku karhutla tersebut. “Kami mengapresiasi Polda Kalbar yang dengan tegas menindak pelaku agar tidak ada lagi yang berani membakar,” ujar Rasio.

Secara khusus, Kapolda Kalimantan Barat mengajak masyarakat dan instansi terkait di Kalbar untuk bersama-sama menangani karhutla di provinsi itu. “Mari kita bersama-sama secara keroyokan mencegah dan menanggulangi karhutla di Kalbar,” kata Irjen Pol Didi Haryono.

Kapolda Kalimantan Barat menjelaskan dalam penanganan karhutla memang tidak bisa dilakukan oleh pihak TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya saja, sehingga sangat perlu dukungan dari semua pihak. Kalau hal tersebut sudah dilakukan, maka penanganan karhutla akan lebih efektif

(ym/sw/hy)

Admin Polri56599 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password