Kapolda Sebut Jumlah Tersangka Karhutla di Kalbar Bertambah

Tribratanews.polri.go.idPontianak. Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat menunjukan keseriusannya atas penegakkan hukum Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalbar. Itu dibuktikan dengan bertambahnya tersangka pembakar lahan yang di proses hukum.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Kalbar Irjen Pol. Didi Haryono saat kegiatan bersama Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rasio Ridho Sani di Mapolda Kalbar, pada Minggu, 26 Agustus 2018. Dalam pertemuan itu Kapolda kalbar membahas berbagai hal.

Diantaranya adalah soal langkah-langkah yang dilakukannya dalam penangani kebakaran hutan, dan lahan atau Karhutla yang terjadi di Kalimantan Barat. “Kami mengawasi 14 kabupaten/kota. 147.307 Km2 luas wilayah. Luasan wilayahnya gambut seluas 1.680.000 hektare dan sisanya lahan mineral,” ujarnya.

Kapolda Kalbar menuturkan, jika lahan gambut terbakar sangat susah dipadamkan. Apalagi, di tengah kemarau panjang saat ini.  “Kalau lahan gambut, terbakar susah mati apinya,” tuturnya.

Mantan Wakapolda Kepri ini mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya pencegahan dini soal Karhutla. Caranya adalah melakukan pendekatan berupa sosialisasi langsung pada masyarakat. Melalui Binmas Polres hingga Polsek yang ada di Kalimantan Barat juga dikerahkan guna sosialisasi di lapangan.

“Kami sudah melakukan dua operasi, untuk pencegahan dengan Bina Karuna 1  Kapuas 2018 pada awal April 2018. Mulai pasang spanduk, dan penyuluhan. Semua sudah kita lakukan. Tapi, kami masih minim sarana dan prasarana,” ungkapnya.

“Pada bulan Juni hujan lebat. Pada Juli-Agustus, ini kemarau. Kami juga sudah menyiapkan antisipasi pada bulan September hingga Desember hujan bahaya banjir. Bina Karuna Kapuas 2, selain giat penindakan dan Gakkum juga melakukan kegiatan Preemtif dan Preventif. Kami terus menerus melakukan upaya maksimalkan,” lanjutnya.

Jenderal Bintang Dua tersebut mengatakan, pihaknya sudah melakukan penegakan hukum dengan sanksi pidana yang tegas sudah layak dan pantas bagi pelaku pembakar lahan demi melindungi keseimbangan ekosistem dan keberlangsungan hidup kita semua dengan populasi 5.350.000 jiwa.

“Jumlah kasus yang ditangani secara keseluruhan menambah kembali sampai dengan 26 Agustus 2018 sebanyak 20 laporan polisi, dengan 27 tersangka (14 ditahan, 2 meninggal dunia di TKP terpapar asap dan api, serta 11 tidak ditahan),” ucapnya.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password