Polda Kalbar Berhasil Tahan 14 Orang Terkait Kebakaran Lahan dan Hutan

Tribratanews.polri.go.id – Pontianak. Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, kembali mengingatkan dan menegaskan bahwa dampak dari kebakaran hutan, lahan, dan pekarangan mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan. Oleh karenanya diharapkan seluruh lapisan masyarakat harus betul-betul memahami persoalan yang terjadi saat ini akibat Karhutla, Sabtu(25/8/18).

Sampai saat ini jumlah kasus yang ditangani Polda Kalbar secara keseluruhan sampai dengan tanggal 24 Agustus 2018 sebanyak 19 Laporan Polisi, dengan 26 Tersangka (14 ditahan, 2 meninggal dunia di TKP terpapar asap dan Api, serta 10 tidak ditahan).

“Penegakkan Hukum dengan sanksi yang tegas sudah layak dan pantas bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan demi melindungi keseimbangan ekosistem dan keberlangsungan hidup kita semua dengan populasi -/+ 5.350.000 jiwa,”tegas kapolda Kalbar.

Dampak yang diakibatkan dari Karhutla ini sudah sangat meresahkan warga masyarakat bahkan mengakibatkan ribuan warga mengalami sakit ISPA. Terutama balita, anak-anak, ibu hamil, penderita asma, jantung dan Lansia,” tutur Kapolda Kabar.

Akibat terjadinya kebakaran hutan ini menjadikan terhambatnya distribusi sembako dan kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya yang pasti berdampak pula pada pertumbuhan ekonomi. Belum lagi terganggunya lingkungan hidup, flora dan fauna dan sebagainya, mendasari alasan-alasan tersebut,” tambah Kapolda Kalbar.

Sementara itu, Pemerintah Kota Pontianak, telah menerbitkan Peraturan Walikota No. 55 / 2018 tentang Larangan Pembakaran Lahan, guna menindak tegas pembakar hutan dan lahan yang membiarkan lahannya terbakar di wilayah Kota Pontianak.

(sm/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password