Polri Telusuri Video Hoax Prajurit TNI Sebut Bantuan ke Lombok Pencitraan

18 agustus 2

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Kepolisian siap membantu TNI untuk mengusut pembuat hoax video Prajurit TNI tentang bantuan bagi korban gempa di Lombok. Polri memastikan bila penyebar hoax itu terbukti melawan hukum, maka akan ditangkap dan diproses.

 “Jika terbukti melakukan perbuatan melawan hukum kita akan proses,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen. Pol. M. Iqbal, S.I.K., M.H., Jumat (17//8/18).

 Sejumlah akun media sosial membuat posting-an yang menyebut seorang prajurit TNI mengatakan bantuan yang diberikan ke korban gempa di Lombok adalah pencitraan. Menurut beliau, ada indikasi akun-akun yang memutarbalikan isi dari video prajurit itu. Polri memastikan siap mengusutnya.

 “Ini ada indikasi memutarbalikkan, kita akan usut, apabila terbukti ada perbuatan melawan hukum, ada ujaran kebencian, menyebarkan berita bohong, kita akan proses,” tegas Karo Penmas Divisi Humas Polri.

 Polri pun mengimbau agar masyarakat tidak asal menerima informasi dari media sosial. Beliau mengingatkan, pemerintah dibantu berbagai pihak sudah terus berupaya menangani bencana gempa di Lombok.

 “Imbauan saya, pemerintah dan TNI/Polri sudah bekerja maksimal melakukan upaya-upaya kemanusiaan di situ. Kalau ada kritik dan saran silakan tapi jangan menyebar berita-berita bohong. Kami akan proses itu,” tegasnya.

 Pada postingan yang beredar, terdapat sebuah video prajurit TNI yang membicarakan soal penyaluran bantuan di Lombok. Ia menjawab sejumlah pertanyaan dari si perekam video. Prajurit itu memang mengatakan adanya kesulitan menyalurkan bantuan sehingga bantuan untuk para korban gempa Lombok belum merata. Namun sang prajurit sama sekali tidak mengatakan bantuan pemerintah untuk korban Lombok adalah pencitraan dalam video berdurasi 58 detik itu. Meski begitu, postingan tersebut menjadi viral. Caption di akun-akun yang meposting video tersebut pun sama, yaitu isinya:

 ‘PENGAKUAN ANGGOTA TNI yang mengatakan bahwa bantuan dari pemerintah untuk korban bencana di Lombok NTB tidak merata dan hanya dijadikan ajang pencitraan semata bahkan BANYAK relawan mengaku bantuan sempat ditahan pihak jokowi untuk nantinya diklaim bahwa bantuan tersebut berasal dari Pak jokowi! Tolong bantu viralkan..’

 Kapuspen TNI, Mayjen TNI M. S. FADHILAH menyatakan telah meminta Polri mengusut akun-akun yang menyebarkan hoax soal prajuritnya. Sejumlah akun itu membuat postingan yang menyebut prajurit TNI mengatakan bantuan yang diberikan ke korban gempa di Lombok adalah pencitraan.

 “Saya sudah bilang ke polisi, sekarang sedang ditelusuri. Itu memang yang @sr23_official isinya memang tendensius, kemudian menyerang apa pun lah punya pemerintah yang dianggap jelek,” kata ujar Kapuspen TNI tersebut.

(my/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password