Jejak Rekam Wakapolri Baru, Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono

18 agustus

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D., resmi melantik  Komjen Pol. Drs. H. Ari Dono Sukmanto, S.H., M.Si., menjadi Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI Ke-73, di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (17/8/2018).

 Pelantikan tersebut juga sekaligus serah terima jabatan Komjen. Pol. Drs. H. Ari Dono Sukmanto, S.H., M.Si., kepada Asisten Sumber Daya Manusia (ASDM) Polri, Irjen Pol. Drs. Arief Sulistyanto, M.Si., yang akan mengggantikan dirinya sebagai Kabareskrim Polri.

 Selain para petinggi dan pejabat utama Mabes Polri, pelantikan tersebut juga diikuti oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Komjen Pol. (Purn) Drs. Syafruddin, M.Si., yang mana sebelumnya beliau menjabat sebagai Wakapolri.

18 agustus (2)

 Sebelum menempati posisi karier paling tinggi di Polri, Komjen Pol. Drs. H. Ari Dono Sukmanto, S.H., M.Si., lebih dikenal melalui sepak terjangnya menangani sejumlah kasus terkenal di Bareskrim. Sejak dilantik pada 31 Mei 2016 sebagai Kabareskrim, beliau  sempat menangani kasus-kasus besar seperti penipuan biro perjalanan umrah First Travel, pengungkapan peredaran narkoba berjumlah besar, dan juga penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

 Salah satu kasus yang membuat beliau terkenal adalah, pengungkapan kasus penipuan biro perjalanan umrah First Travel bernilai Rp 127 miliar. Pasangan suami istri selebritas yang menjadi bos First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari yang juga turut ditangkap. Berdasarkan penyelidikan Bareskrim, pasangan suami istri tersebut diduga memakai Rp 127 miliar dana yang disetor oleh calon jemaah umrah untuk berfoya-foya. Dan belakangan ini, upaya Bareskrim itu terbukti melalui pengadilan. Andika divonis 20 tahun penjara. Sementara sang istri dipenjara 18 tahun.

 Pada awal tahun 2018, persisnya tanggal 20 Februari 2018, Komjen Pol. Drs. H. Ari Dono Sukmanto, S.H., M.Si., kembali tampil saat Bareskrim sukses membongkar upaya penyelundupan 1,6 ton sabu di perairan Batam, Kepulauan Riau. Jumlah sabu itu memecahkan rekor barang haram terbanyak yang pernah diselundupkan masuk ke Indonesia.

 Namun, jauh sebelum itu, sosok Komjen. Pol. Drs. H. Ari Dono Sukmanto, S.H., M.Si., sudah dikenal publik saat sejumlah orang melaporkan dugaan penodaan agama oleh Ahok yang kala itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Setelah melalui sejumlah peristiwa dramatis, Komjen Pol. Drs. H. Ari Dono Sukmanto, S.H., M.Si., menggelar perkara tersebut pada 16 November 2016. Dan Bareskrim  Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka.

“BTP alias Ahok menjadi tersangka terkait pidato sambutan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu tanggal 27 September 2016,” ujarnya pada saat itu.

 Gelar perkara kasus Ahok itu sempat menyita perhatian publik nasional. Bahkan, Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D., menyebut gelar perkara itu sebagai yang paling transparan dalam sejarah kepolisian. Sebab, dalam gelar perkara kasus Ahok itu, ada pula unsur Ombudsman, Komisi Kepolisian Nasional, para pihak terlapor dan pelapor.

 (my/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password