Polisi Berhasil Amankan Pemeras Kelompok Ternak di Bantul, Yogyakarta

Tribratanews.polri.go.id. – Bantul. Kepolisian Resort Bantul berhasil mengamankan RY (40), warga Kulon Progo, Yogyakarta yang mengaku sebagai anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang beroperasi di wilayah Bantul. Kapolres Bantul, AKBP Sahat M Hasibuan menuturkan, RY pertama kali diamankan oleh warga yang tergabung dalam kelompok ternak di wilayah Bambanglipuro, Bantul. Warga menaruh curiga terhadap RY yang mengaku sebagai anggota KPK.

Selanjutnya, Kepolisian Resort Bantul berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Bantul. Ternyata ada kelompok ternak lainnya yang juga menjadi korban di wilayah Sadayu, Bantul. Dengan menggunakan modus mendatangi kelompok ternak, rencananya kelompok ternak di wilayah Bambanglipuro akan diminta untuk menyerahkan uang sebesar Rp30juta.

Setelah RY diamankan, salah satu ketua kelompok ternak di Sedayu, Kadri (42), mendatangi Mapolres Bantul. Di hadapan polisi, Kadri mengaku juga menjadi korban penipuan sehingga dia membuat laporan.

bantul3

Sementara itu, RY tetap mengklaim dirinya sebagai anggota resmi KPK. Ia mendasarkan kartu identitas KPK dan mengaku memiliki surat pengangkatan yang ditandatangani Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Harus Wibisana. Dalam surat yang dikeluarkan 1 Juli 2018 itu, menerangkan RY menjadi calon pegawai tidak tetap (PTT) dalam masa percobaan selama satu tahun tiga bulan berjalan di unit kerja KPK perwakilan DIY. Surat tersebut berlogo Garuda dengan tulisan ‘Kementerian Dalam Negeri’ serta terdapat nama Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Dalam surat itu juga menerangkan gaji pokoknya sebesar 80 persen X Rp1.400.630 sama dengan Rp1.120.512, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun, Polisi akan terus mendalami kasus tersebut.

“Tapi kalau dari perkiraan saya, tidak mungkin KPK itu datang minta duit. Itulah dasar saya, makanya akan kita dalami,” ucap Kapolres Bantul.

Atas perbuatannya itu, Risdiyanto telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara dia dikenakan pasal 378 KUHP tentang penipuan. Pasal kedua yakni Pasal 266 tentang pemalsuan identitas. Sahat mengatakan Rusdiyanto telah memalsukan kartu anggota KPK. Bahkan ia menggunakan logo KPK dalam beroperasi untuk memeras kelompok ternak.

(fa/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password