Ada Isu Pengerahan Massa, Polri dan TNI Diterjunkan untuk Menjaga Padepokan Pesilat di Kota Madiun

Tribratanews.polri.go.id. – Madiun. Sebanyak 3 kompi personel Polresta Madiun dan puluhan TNI lengkap dengan perlengkapan seperti tameng, dan lain-lain, diterjunkan untuk menjaga ketat Padepokan Pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Merak Kota Madiun.

Penjagaan tersebut dilakukan karena ada isu pengerahan massa, akibat adanya konflik internal terkait kepemimpinan ketua umum PSHT. Saat ini ada dua kubu yang saling mengklaim sebagai ketua umum PSHT yakni R Moerdjoko HW dan juga M Taufik.
madiun
Diketahui, Parapatan Luhur (Musyawarah Besar) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) telah dilakukan Maret 2016. Majelis Luhur memutuskan Dr HM Taufik, Deputy Menteri Koperasi dan UKM menjadi Ketua Umum PSHT masa bakti 2016-2021. Namun, dari pihak kubu Kepemimpinan R Moerdjoko HW juga membuat keputusan parapatan leluhur tahun 2017.

Saat ini, dilakukan mediasi sesepuh kedua kubu di dalam padepokan. Sementara massa dari dua kubu berada dalam jarak 100 meter dari padepokan. Sementara polisi berada di tengah-tengah massa. Kedua kubu tersebut datang dari berbagai daerah sejak pagi. Evakuasi dilakukan aparat mengantisipasi bentrok massa yang kebanyakan pesilat. Aparat melakukan evakuasi terhadap para pesilat yang datang dari luar kota.

Suasana terlihat mencekam saat evakuasi tersebut. Kedua kubu pendukung saling meneriakkan yel-yel provokatif. Evakuasi sempat ada ketegangan karena sebagian pesilat tidak mau dievakuasi. Beruntung aparat berhasil meredam.

(fa/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password