Mantan Anggota KKSB Menyerahkan Senjata Api Kepada Polisi

Tribratanews.polri.id – Timika. Salah satu mantan anggota kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) wilayah selatan Papua atas nama Gregorius Wagera menyerahkan satu puncuk senjata api laras panjang miliknya kepada pihak Kepolisian Sektor Jair, Polres Boven Digoel, Kabupaten Boven Digoel, Timika, Papua, pukul 16.00 WIT, Selasa (7/8).

 Menurut Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, awalnya kepolisian setempat melakukan pendekatan dan pembinaan terus menerus terhadap Gregorius Wagera yang diketahui mantan pengikut KKB. Gregorius juga diketahui memiliki satu pucuk senjata api laras panjang tanpa izin.

 “Sehingga atas kesadaran dan keinginannya sendiri, Gregorius Wagera menghubungi Kapolsek Jair Iptu Sanawiyah. Y. Mahulette untuk menyerahkan satu pucuk senjata api laras panjang yang selama ini dimilikinya,” ujar Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, Rabu (8/8).

 Selanjutnya, senjata api laras panjang itu diserahkan langsung Gregorius Wagera kepada pihak Polsek Jair yang diterima Kapolsek Jair Iptu Sanawiyah. Y. Mahulette, didampingi Kasat Intel Polres Boven Digoel Ipda Fechy J. Ataupah.

 “Adapun senjata api yang diserahkan adalah senjata api laras panjang merek Remington Model-HOO 228245M produksi Trade White Line mark Pachmar @ Gun Works Los Angles 15 California USA, dengan kondisi senjata api masih sangat baik,” jelasnya.

 Pada saat penyerahan, pihak Kapolsek Jair Iptu Sanawiyah. Y. Mahulette memberikan pesan-pesan Kamtibmas kepada Gregorius Wagera serta mengapresiasi tindakan Gregorius Wagera yang sudah mau menyerahkan senjata api laras panjang ke pihak kepolisian.

 “Gregorius Wagera menyampaikan alasannya serahkan senjata api itu menyadari pembangunan di Papua sudah alami kemajuan pesat, dimana dia merasakan pembangunan itu. Selain itu, yang bersangkutan merasa diperhatikan personel Polri (Polsek Jair) yang selalu membantu apabila dia mengalami kesusahan atau dalam masalah,” lanjut Kabid Humas.

 Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang masih menguasai, menyimpan atau memiliki senjata api agar dapat menyerahkan senjata api itu ke pihak kepolisian setempat.

 “Sebab menyimpan, menguasai atau memiliki senjata api tanpa ijin merupakan tindak pidana dan dapat dihukum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api diancam dengan hukuman mati atau penjara selama 20 tahun,” tutup Kabid Humas Polda Papua tersebut.

(my/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password