Sajam di Kalsel : Bawa Pisau Penusuk, Warga Desa Babai Digelandang ke Polres HST

Tribratanews.polri.go.id – Polres Hulu Sungai Tengah, Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Tengah, maka Polres HST dan Polsek jajaran meningkatkan kegiatan patroli dan razia di tempat yang dianggap rawan tindak kejahatan. Kali ini Petugas dari sat Reskrim Polres HST berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam, Senin (6/8/2018) sekitar jam 17.00 wita.

Pelaku berinisial JM (30) warga Desa Babai Rt. 004 Rw. 001 Kec. Barabai Kab. Hulu Sungai Tengah. JM ditangkap petugas dari Polres HST karena membawa senjata tajam tanpa dilampiri dengan surat izin dari petugas.

“Hasil giat patroli, petugas berhasil menangkap satu orang pelaku yang membawa senjata tajam” kata Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya dari Polres HST dalam menciptakan situasi yang kondusif serta meminimalisir penyakit masyarakat di kabupaten HST” ungkap Kapolres Sabana.

2f6d008b-05b2-4bb5-8200-cbacf951c359

Penangkapan pelaku bermula saat petugas dari Polres Hulu Sungai Tengah melaksanakan giat patroli di Desa Babai Kec. Barabai. Petugas merasa curiga dengan gerak gerik pelaku, setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan badan ternyata pelaku membawa senjata tajam.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas berhasil menemukan 1 bilah senjata tajam jenis pisau penusuk yang diselipkan dipinggang sebelah kiri pelaku. Saat ditanya tentang izin membawa senjata tajam oleh petugas, pelaku tidak bisa menunjukannya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Hulu Sungai Tengah untuk proses hukum selanjutnya.

“Dari tangan pelaku diamankan barang bukti satu bilah senjata tajam jenis pisau penusuk dengan panjang besi 16 cm lebar besi 2,5 cm, hulu terbuat dari kayu warna cokelat dengan panjang 10,5 cm lengkap dengan kompangnya terbuat dari kayu warna cokelat yang dililit lakban warna hitam dengan panjang 17 cm” jelas Sabana Atmojo.

“Pelaku dapat dijerat dengan pasal 2 Ayat (1) Undang – Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 karena telah melakukan tindak pidana barang siapa tanpa hak membawa, memiliki, menyimpan dan menguasai senjata tajam tanpa izin dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun” tegas Sabana Atmojo.

Penulis    : Muhammad Husaini
Editor      : Heru
Publish    : Guntur Wahyudi

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password