Tabligh Akbar Polres Tolitoli di Hadiri Ribuan warga : Wujudkan Tolitoli Aman menghadapi Pemilu 2019

IMG-20180729-WA0040

Tolitoli – Ribuan Warga Tolitoli antusias mengikuti tablig akbar yang diselenggarakan oleh Satgas Nusantara Polres Tolitoli dengan mengadirkan 3 Dai Kondang Kh Zainal Abidin, Ustad Ujang dan Ustad Sofyan yang merupakan tokoh agama Sulawesi Tengah.

IMG-20180729-WA0039

Tabliq Akbar ini dihadiri Ribuan warga mengambil tema “Merajut Persaudaraan Kita Wujudkan Pesta Demokrasi2019 Aman dam Tolitoli Damai”.

Tampak hadir juga Wakapolda Sulteng Kombes Pol M Aris Purnomo,Dirbinmas Polda Sulteng, Wakil Bupati ToliToli dan Forkompinda Tolitoli,Ustad H Ujang Maman,,S.Pd.I.M.Pd, KH. PROF.DR.Zainal Abidin,M.Ag,Unsur OPD, Unsur Muspika serta Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda dan Mubaligh Se Kabupaten Tolitoli.

Dalam tausiyahnya, mereka mengajak masyarakat membangun sinergitas antar sesama dan menjaga tali silaturahmi, hingga dapat tetap mempertahankan status Kabupaten Tolitoli sebagai Kabupaten Teraman di Sulawesi Tengah.

Hal ini disampaikan saat mengisi ceramah pada Tablig Akbar di Taman Kota Tolitoli, Sabtu (22/7).

“Mari kita wujudkan muslim yang taat dan patuh terhadap ajaran agama islam agar umat islam selalu berjamaah sholat di masjid tiap 5 waktu agar menjadikan Indonesia negara yang di berkahi Allah,” kata Ustad Ujang dalam ceramahnya.

Sementara itu, Kh Zainal Abidin, dalam ceramahnya menjelaskan empat macam Ukhuwah, yakni pertama, ukhuwah ‘ubudiyyah, yaitu persaudaraan karena sesama makhluk yang tunduk kepada Allah. Allah Swt berfirman, “Dan tidaklah (jenis binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya) kecuali umat-umat juga seperti kamu,” tuturnya.

Kedua, ukhuwah insaniyyah atau basyariyyah, yakni persaudaraan karena sama-sama manusia secara keseluruhan. Hal ini didasarkan pada firman Allah, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal,” lanjutnya

“Ketiga, ukhuwwah wathaniyyah wa an-nasab, yaitu persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan. Menurut Muhammad Imarah, pluralitas bangsa, suku bangsa, agama dan golongan merupakan kaidah yang abadi yang bergfungsi sebagai pendorong untuk saling berkompetisi dalam melakukan kebaikan, berlomba menciptakan prestasi dan memberikan tuntunan bagi perjalanan bangsa-bangsa dalam mencapai kemajuan dan ketinggian.”

“Keempat, ukhuwah diniyyah, yakni persaudaraan karena seagama (Ukhuwwah fi din al-Islam). Islam menyatakan bahwa umat Islam, dengan latar belakang yang berbeda, baik suku, etnis, keturunan, warna kulit, bahasa dan lain sebagainya adalah bersaudara. Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”

(dna/sw/hr)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password