Polrestabes Semarang Operasikan Aplikasi Smile Police

Kepolisian Resor Kota Besar Semarang, Polda Jawa Tengah mensimulasikan Sistem Managemen Informasi Layanan Elektronik Kepolisian atau Smile Police bagian Panic Button yang cara kerjanya ketika ada kejadian darurat yang dialami masyarakat cukup tiga kali menekan tombol panik yang ada di aplikasi Panic Button dan setelahnya aparat kepolisian terdekat akan segera tiba. Sistem tersebut disimulasikan pada Senin, (23/1) siang kemarin.

Dalam peristiwa itu, digambarkan perampok berpistol beraksi di depan BRI Pandanaran, Semarang Selatan dan dua nasabah yang baru saja keluar dari bank tersebut menjadi korban. Para pelaku tersebut kemudian mengambil paksa tas berisi uang ratusan juta rupiah milik nasabah. Tas sudah berpindah tangan dan perampok langsung kabur meninggalkan lokasi. Sementara itu, salah satu korban langsung mengambil ponsel androidnya dan masuk aplikasi panic button yang sudah tersedia untuk menghubungi polisi. Kurang dari tiga menit, dua anggota polisi datang dan langsung menghampiri korban. Adegan tersebut diperankan oleh empat anggota Resmob dan dua polwan Sat Sabhara Polrestabes Semarang.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji SIK mengatakan, aplikasi yang muncul dari ide kreatif Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan diprogram tersambung dengan pelayanan dari kepolisian sengaja dibuat sebagai bentuk pelayanan cepat pada masyarakat. “Untuk memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat, maka aplikasi smile police yang salah satunya berisi program panic button dibuat,” jelasnya. Tujuan aplikasi yang akan dilaunching  pada Jumat, (3/2) tersebut adalah untuk merespon secara cepat terhadap masyarakat yang menjadi korban kejahatan atau menjumpai tindakan yang melanggar hukum.

 

[Humas Polrestabes Semarang]

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password