Kapolda Kalbar: Pecat Anggota Menyalahgunakan dan Mengedar Narkoba

Tribratanews.polri.go.id – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Diri Haryono, hari selasa 24 Juli 2018, kunjungan ke Kota Ketapang. Kehadiran orang nomor satu di Kepolisian Daerah Kalimantan Barat ini dalam rangka kunjungan kerja di Polres Ketapang dan tatap muka dengan Forkopimda Kab. Ketapang.

Dirkrimum Polda Kalbar Kombes Arif Rachman, Dirintelkam Polda Kalbar Kombes Dally Achmad, Dirpam obvit Kombes Hudit Wahyudi dan Kabagbinkar Ro SDM AKBP Guno Pitoyo juga turut mendampingi kegiatan jenderal bintang dua itu. 

Bertempat diaula Mapolres Ketapang, Drs Didi Haryono memberikan pengarahan kepada personel jajaran Polres Ketapang mengajak untuk menjalankan tugas menjamin terciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan pada masyarakat serta penegakkan hukum yang menjadi tanggung jawab kita bersama. 

6BDCFCAF-0E32-4A83-8D7F-42DEBC58878A“Lakukan langkah koordinasi bersama jajaran TNI, Pemerintah Daerah dan para tokoh masyarakat dengan memberdayakan potensi yang ada untuk bersama memelihara Kamtibmas, “tuturnya.

Drs Didi Haryono menegaskan Integritas dan komitmen seorang Polri harus teruji, tidak ada tolerance bagi yang main-main dengan Narkoba, anggota yang terlibat dipecat saja, jangan karena pelanggaran satu orang menjadi beban institusi dan anggota yang lainnya.

Sebagai anggota polisi, harus mempunyai sikap dan komitmen yang jujur, benar dan adil dalam penegakan hukum, melayani dengan cepat dan ihklas. Begitu juga tolong ingatkan pimpinan apabila ada hal yang tidak tepat dengan memperlihatkan mekanisme aturan yang ada “Jelas Drs Didi Haryono dalam arahannya.

3FB4E4C3-4B26-4070-B0A6-A1DF604F8BAAPolri adalah aset utama Negara, memiliki sejarah dalam kehidupan politik nasional, mulai dari berdirinya sampai dengan Reformasi Polri yang diiringi dengan perubahan Instrumental, struktural dan Kultural.

Perilaku anggota harus lebih humanis, perilaku yang non koruptif, pembenahan pada aspek pelayanan publik serta penegakan hukum yang profesional. 

“Dalam penegakan hukum semuanya harus berkeadilan, budaya yang sudah tidak tepat lagi harus ditinggalkan dan melakukan perubahan menuju era yang transparan, akuntabel, dan bebas dari KKN,” ujar Drs Didi Haryono.

Menyangkut rekrutmen anggota Polri, Drs Diri Haryono menegaskan, Polri mencari orang-orang terbaik untuk menjadi anggota polisi. Kuota didik dari Kalbar setiap tahun semakin meningkat di penuhi pimpinan Polri.

8B4636A4-561E-4431-A58D-182D54AF5934“Latih dan persiapkan putra putri terbaik ketapang, karena rekrutmen seleksi awal itu sangat menentukan  kinerja anggota kedepan”.

Tantangan tugas kedepan akan semakin cukup berat. Karenanya, soliditas internal termasuk profesionalisme anggota Polri patut ditingkatkan, diperkuat agar semakin solid dan efektif.

“Ikuti kesempatan peningkatan kompetensi melalui dikbang pers, kinerja anggota makin ditingkatkan untuk meraih kepercayaan masyarakat, Public Trust  sangat dibutuhkan supaya kita tetap survive dan eksis dilapangan,” pinta Drs Didi Haryono.

Kapolsek diingatkan langsung Kapolda untuk memberdayakan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak perpanjangan tangan Polri di masyarakat, bangun dan pelihara terus jaringan informasi formal maupun informal, agar cepat memperoleh informasi yang terjadi di lingkungannya untuk diantisipasi dengan kegiatan Proactive Kepolisian, sehingga masyarakat dapat terhindar menjadi Korban maupun menjadi Pelaku Kejahatan, “Drs Didi Haryono melanjutkan.

2C7C9B8F-756C-412A-8246-984172D274DDPolda Kalbar terus berbenah dan melaksanakan kebijakan program pimpinan Polri “Promoter” Profesional, Modern, Terpercaya, Ini bukan hanya slogan saja tetapi kita laksanakan dengan program 100 hari Kapolda Kalbar yang saat ini sudah memasuki tahap ke-III, wujudkan Polda Kalbar Berkibar dengan komitmen Zero Illegal dan Zero Tolerance

Drs Didi Haryono juga menekankan kepada anggota di media sosial untuk berperilaku baik dan santun, jangan mudah mengunggah foto maupun tulisan yang akan berdampak merugikan institusi maupun masyarakat, untuk itulah perlu kehati-hatian mempergunakan sosial media, harus bijak menggunakan sosmed serta cerdas memilah dan memilih setiap informasi di sosial media, serta mengelola Trending Topik dengan langkah kegiatan proactive Kepolisian terkait Isue-isue terkini, “tutupnya

(dnv/sw/hr)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password