Begini Orasi Ilmiah Kapolda Kalbar di IAIN Pontianak

2F53351C-68CE-4CED-9216-C49318A883C5

Tribratanews.polri.go.id – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, menghadiri sidang senat terbuka wisuda VII Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak.  Jenderal bintang dua itu orasi strategi Polda Kalbar Berkibar. Ini dimaksudkan guna menjaga kondusifitas kamtibmas dan mencegah radikalisme di era globalisasi dalam rangka mendukung pembangunan  di Kalimantan Barat.

Orang nomor satu di Kepolisian Daerah Kalimantan Barat itu menyampaikan orasi ilmiah di hadapan 334 orang wisudawan ke VII IAIN Pontianak dari tiga fakultas yang ada di lingkungan IAIN Pontianak, dan Pascasarjana IAIN Pontianak, di antaranya adalah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI), dan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.

A1C8DBAF-83C0-4A70-AB3F-73952C2CFB20Materi orasi ilmiah ini dimaksudkan sebagai bahan referensi bagi para wisudawan IAIN Pontianak dan siapa saja yang ingin memahami strategi yang diterapkan oleh Polda Kalbar dalam menjaga kondusifitas Kamtibmas dan menangkal radikalisme guna mendukung pembangunan daerah.

“Adapun tujuannya adalah untuk membangun kesepahaman tentang bagaimana mensikapi lingkungan strategik Provinsi Kalbar serta berbagai jenis gangguan Kamtibmas,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, Sabtu, 21 Juli 2018.

D6A64F80-6F45-4E63-9B3B-800148823C1BDiharapkan, wisudawan dan pembaca lainnya memiliki semangat dan wawasan kebangsaan untuk sebagai mitra Polda Kalbar. Itu dilakukan dalam rangka meningkatkan daya tangkal, daya cegah, daya penanggulangan, serta daya rehabilitasi terhadap berbagai jenis gangguan Kamtibmas yang bersifat radikal guna mendukung pembangunan Kalbar.

“Situasi nasional sangat dipengaruhi oleh perkembangan internasional dan regional. Isu kebhinekaan dan intoleransi tiba-tiba menjadi atensi semua pihak. Keutuhan NKRI tengah mendapat ujian melalui momentum pesta demokrasi, penegakkan hukum, serta hubungan luar negeri,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

677236AC-B8DB-4D46-A8E3-056B6C528A1CDijelaskan, masyarakat Indonesia khususnya para netizen di media-media sosial, seperti terpolarisasi menjadi kelompok pendukung A dan kelompok pendukung B. Polarisasi ini disadari atau tidak merupakan warisan dari ajang Pilpres 2014 lalu dan sekarang mulai menghangat kembali dalam Pilkada Serentak 2018 dan persiapan Pilpres 2019. Kemudian berkembang menjadi polarisasi kelompok masyarakat yang mendukung pemerintah, dan yang tidak.

“Situasi semakin rumit ketika perhelatan Pemilukada seakan menjadi batu loncatan untuk melanjutkan polarisasi dukungan. Perkembangan media sosial dengan netizennya, menjadi etalase bagaimana situasi politik memberikan pengaruh kuat pada cara berpikir sebagian masyarakat Indonesia. Situasi nasional diwarnai dengan isu-isu keagamaan, suku dan ras yang sangat rawan bagi keutuhan NKRI serta semangat kebhinekaan yang selama ini dijaga,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

(dna/sw/hr)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password